News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Lokasi Rahasia Mojtaba Khamenei dan Lambatnya Respons Iran Terhadap Proposal Amerika

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERPANJANGAN GENCATAN SENJATA - Foto tangkap layar WN, Rabu (22/4/2026) yang menunjukkan kolase Presiden AS, Donald Trump dan Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei. Trump menyatakan perpanjangan gencatan senjata secara sepihak. Iran belum memberikan komentar resmi.

Keterbatasan komunikasi itu membuat informasi yang diterima pemimpin tertinggi Iran sering kali sudah terlambat.

Balasan dari Teheran pun memerlukan waktu lebih panjang karena harus melalui berbagai lapisan pengamanan.

Meski demikian, seorang pejabat senior AS mengatakan Mojtaba Khamenei telah menyetujui “garis besar umum” rancangan kesepakatan yang sedang dibahas.

Presiden Donald Trump juga menyatakan keputusan akhir kemungkinan dapat tercapai dalam beberapa hari mendatang.

Perang Narasi

Situasi ini menunjukkan bagaimana konflik militer tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga dapat melumpuhkan sistem pengambilan keputusan sebuah negara.

Dalam kasus Iran, ancaman serangan terhadap elite pemerintahan membuat para pemimpin bergerak sangat hati-hati, bahkan sampai membatasi komunikasi internal.

Kondisi tersebut dapat dianalogikan seperti sebuah perusahaan besar yang pemimpinnya harus bersembunyi dan hanya bisa dihubungi lewat perantara.

Akibatnya, keputusan penting yang biasanya bisa diambil dalam hitungan jam berubah menjadi berhari-hari.

Di sisi lain, pengungkapan intelijen AS ini juga menjadi bagian dari perang narasi.

Washington ingin menunjukkan bahwa tekanan militer dan intelijen terhadap Iran berhasil menciptakan gangguan besar di pusat kekuasaan Teheran.

Namun, klaim seperti ini tetap sulit diverifikasi secara independen karena sebagian besar informasi berasal dari sumber intelijen dan belum dikonfirmasi langsung oleh pemerintah Iran.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini