MQ-1 Predator merupakan pesawat nirawak atau drone pengintai dan serang yang dikembangkan oleh perusahaan AS, General Atomics Aeronautical Systems.
Nama “Predator” disebut-sebut terinspirasi dari film populer berjudul sama yang dirilis sebelum pengembangan drone tersebut dimulai.
Drone ini pertama kali melakukan penerbangan pada 1994, mengutip laman global.espreso.tv.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya Februari 2001, Angkatan Udara AS melakukan uji coba perdana peluncuran rudal AGM-114 Hellfire menggunakan MQ-1 Predator di Pangkalan Angkatan Udara Nellis.
Pada awal pengembangannya, drone ini diberi nama RQ-1 Predator, dengan huruf “R” merujuk pada fungsi pengintaian atau reconnaissance.
Namun pada 2002, Angkatan Udara AS mengubah penamaannya menjadi MQ-1 Predator untuk menegaskan kemampuan multirole atau multifungsinya, termasuk sebagai platform persenjataan.
Selain digunakan untuk operasi militer, pada 2006 Federal Aviation Administration (FAA) AS juga memberikan izin penggunaan Predator untuk misi pencarian dan penyelamatan.
Hingga 2013, total jam terbang drone MQ-1 Predator dilaporkan telah mencapai sekitar 2 juta jam operasi.
(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)
Baca tanpa iklan