News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Pejabat Iran: Perang yang Kembali Berkobar Lawan Amerika Jadi Hal Tak Terhindarkan

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

IRAN VS AMERIKA MEMANAS. Ilustrasi bendera Iran dan Amerika Serikat (AS) dari Setav.org

Pejabat Iran: Perang yang Kembali Berkobar Lawan Amerika Jadi Hal Tak Terhindarkan

Ringkasan Berita:

  • Seorang pejabat militer senior Iran menyatakan perang dengan Amerika Serikat berpotensi kembali terjadi jika Washington tetap menuntut "penyerahan" Teheran.
  • Meski ketegangan masih tinggi, kedua negara sedang menjalani perundingan yang dimediasi Pakistan untuk mencari jalan keluar dari konflik.
  • Iran belum memberikan tanggapan atas proposal kesepakatan akhir dari AS dan masih mengkajinya secara hati-hati karena rendahnya tingkat kepercayaan antara kedua pihak.

 

TRIBUNNEWS.COM - Harapan untuk mengakhiri konflik antara Iran dan Amerika Serikat masih dibayangi ketegangan politik dan militer. 

Di tengah berlangsungnya perundingan damai yang dimediasi Pakistan, seorang pejabat militer senior Iran justru menilai kemungkinan berlanjutnya perang masih terbuka lebar jika Washington tetap mempertahankan tuntutannya terhadap Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Mohammad Jafar Asadi saat berbicara di pusat operasi militer Iran pada Selasa (2/6/2026). 

Baca juga: UEA Diduga Lancarkan Operasi Militer Dibantu Israel: Puluhan Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Menurutnya, Amerika Serikat menginginkan Iran menyerah sepenuhnya dalam konflik yang pecah pada akhir Februari lalu.

Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan menerima tuntutan tersebut.

Situasi itu yang membuat dimulainya kembali perang dengan Amerika Serikat adalah "tak terhindarkan", kata dia.

"Amerika Serikat menuntut penyerahan total kami, dan bangsa Iran tidak akan pernah menyerah," kata Asadi seperti dikutip televisi pemerintah Iran.

Ia menambahkan bahwa selama tuntutan tersebut masih menjadi dasar pendekatan Washington, konflik sulit dihindari.

"Tanpa menyerah, tidak ada jalan keluar dari perang. Jadi kami menunggu, dan perang tidak akan membuat kami takut," ujarnya.

Iran Belum Berikan Respons Balasan

Pernyataan itu muncul ketika kedua negara masih berupaya mencari solusi diplomatik.

Saat ini Iran dan Amerika Serikat diketahui sedang mengadakan pembicaraan yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri konflik yang telah meningkatkan ketegangan di kawasan.

Namun, kemajuan negosiasi tampaknya masih terbatas.

Sumber yang dekat dengan tim perunding Iran mengatakan kepada Kantor Berita Mehr bahwa Teheran hingga kini belum memberikan jawaban resmi atas proposal kesepakatan akhir yang diajukan Amerika Serikat.

Menurut sumber tersebut, pembahasan terhadap rancangan kesepakatan masih berlangsung di tingkat internal pemerintah Iran.

Teheran disebut sedang mempelajari isi proposal secara mendalam sebelum mengambil keputusan.

Sikap hati-hati Iran tidak lepas dari sejarah hubungan yang penuh ketegangan dengan Washington.

Sumber itu menjelaskan bahwa rendahnya tingkat kepercayaan menjadi faktor utama dalam proses evaluasi proposal tersebut.

"Iran sedang mempelajari proposal itu dengan sangat hati-hati karena pengalaman masa lalu dan apa yang dianggap sebagai ketidakpatuhan Amerika Serikat terhadap berbagai komitmen sebelumnya," kata sumber tersebut.

Teheran juga disebut menginginkan hasil yang lebih konkret sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.

Menurut sumber yang sama, Iran berusaha memastikan bahwa setiap perjanjian yang dicapai nantinya memberikan manfaat nyata dan dapat dijalankan secara efektif, bukan sekadar janji politik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi masih terbuka, perundingan antara Iran dan Amerika Serikat masih menghadapi tantangan besar.

Selain perbedaan kepentingan strategis, persoalan kepercayaan yang telah berlangsung selama puluhan tahun tetap menjadi hambatan utama dalam mencapai kesepakatan yang dapat mengakhiri konflik secara permanen.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini