News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ribuan Staf NHS Inggris Diduga Terpapar Bahan Kimia Penyebab Kanker di Tempat Kerja

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TERPAPAR - Foto ilustrasi pekerja laboratorium. Sebuah studi menemukan bahwa 70 persen laboratorium patologi NHS di Inggris melampaui batas paparan formaldehida yang ditetapkan Uni Eropa.

Ringkasan Berita:

  • Sebuah studi menemukan bahwa 70 persen laboratorium patologi NHS di Inggris melampaui batas paparan formaldehida yang ditetapkan Uni Eropa. 
  • Formaldehida merupakan zat kimia yang telah diklasifikasikan sebagai penyebab kanker dan dapat merusak sistem pernapasan serta organ tubuh lainnya jika terpapar dalam jangka panjang. 
  • Para peneliti mendesak pemerintah Inggris untuk memperketat aturan keselamatan kerja dan meningkatkan pemantauan paparan zat tersebut di lingkungan rumah sakit.

 

TRIBUNNEWS.COM - Ribuan staf National Health Service (NHS) Inggris dilaporkan terpapar formaldehida dalam kadar yang berbahaya, yaitu bahan kimia penyebab kanker yang oleh sejumlah ahli disamakan dengan ancaman asbes.

Analisis hasil pemantauan formaldehida di udara menunjukkan bahwa pegawai di departemen patologi di seluruh Inggris terpapar tingkat zat beracun tersebut.

Sebanyak tujuh dari sepuluh departemen patologi NHS tercatat melampaui batas paparan formaldehida selama delapan jam yang ditetapkan oleh Uni Eropa (UE).

Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Liverpool dan Royal Free London NHS Foundation Trust.

Penelitian tersebut muncul setelah sejumlah mantan pegawai NHS dan pekerja laboratorium berbicara kepada The Independent mengenai kekhawatiran bahwa staf terpapar formaldehida dalam kadar yang tidak dapat diterima.

Salah satu mantan pegawai NHS mengaku mengalami mata perih dan hidung berair sebelum kemudian menderita muntah-muntah dan mimisan akibat paparan zat tersebut.

Setelah tiga tahun, ia mengalami gangguan pernapasan yang sangat parah hingga tidak mampu lagi bekerja.

Formaldehida merupakan bahan kimia yang digunakan di rumah sakit untuk mengawetkan sampel jaringan.

Selain itu, zat ini juga digunakan dalam produksi resin dan perekat, pengawet kosmetik, serta sebagai disinfektan dan fumigan.

Baca juga: Kantong Plastik Warna Hitam Jangan Dijadikan Wadah Daging Hewan Kurban, Bisa Penyebab Kanker

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker atau International Agency for Research on Cancer telah mengklasifikasikan formaldehida sebagai zat yang menyebabkan kanker pada manusia.

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengaitkan paparan formaldehida jangka panjang dengan tumor hidung dan leukemia pada pekerja industri. Zat ini juga dikaitkan dengan kerusakan sistem pernapasan, sistem reproduksi wanita, dan sistem saraf.

Uni Eropa mulai memberlakukan batas paparan formaldehida yang mengikat secara hukum di tempat kerja pada tahun 2021, yakni sebesar 0,3 bagian per juta (ppm) selama delapan jam kerja.

Namun, karena Inggris keluar dari Uni Eropa pada tahun 2020, negara tersebut tidak wajib menerapkan aturan itu dan tetap mempertahankan batas paparan tertinggi di dunia, yaitu 2 ppm selama delapan jam, yang ditetapkan oleh Health and Safety Executive (HSE).

Para peneliti yang menerbitkan studi ini dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine menilai bahwa batas paparan formaldehida di Inggris seharusnya disesuaikan dengan standar Uni Eropa.

Untuk penelitian tersebut, tim peneliti mengajukan permintaan informasi publik kepada 122 NHS Trust guna memperoleh data pemantauan formaldehida selama periode 2024–2025.

Seluruh 122 NHS Trust memberikan tanggapan, dan 104 di antaranya (85 persen) dapat menyediakan catatan pemantauan lengkap selama 12 bulan yang mewakili 117 laboratorium patologi di Inggris.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemantauan formaldehida masih tergolong jarang dilakukan.

Hampir tiga dari empat lokasi (73 persen) hanya mengukur kadar formaldehida sekali seminggu atau bahkan lebih jarang. Sebanyak 15 persen hanya melakukan pemantauan setiap tiga bulan, sementara 4 persen hanya sekali dalam setahun.

Batas paparan jangka panjang Uni Eropa secara rutin terlampaui di 70 persen lokasi yang diteliti. Hanya 11 persen lokasi yang melakukan pemantauan harian yang tidak secara rutin melampaui batas tersebut. Meski demikian, tidak ada lokasi yang melampaui batas paparan yang berlaku di Inggris.

Para peneliti menegaskan bahwa diperlukan intervensi regulasi nasional yang mendesak untuk meningkatkan standar keselamatan kerja di departemen patologi NHS.

Mereka menyatakan bahwa upaya tersebut harus mencakup peningkatan infrastruktur, pemantauan paparan individu yang lebih rutin, edukasi pekerja mengenai praktik laboratorium dan risiko kesehatan kerja, serta akses yang lebih baik terhadap alat pelindung diri yang sesuai.

Dalam editorial yang menyertai penelitian tersebut, Hans Kromhout dan Martie van Tongeren menilai bahwa pedoman baru sangat diperlukan.

"Saat ini belum ada pedoman atau standar yang seragam untuk pengendalian dan pemantauan formaldehida di lingkungan NHS. Berdasarkan bukti yang disajikan dalam penelitian ini, pedoman tersebut sangat mendesak untuk dibuat," tulis mereka.

Juru bicara NHS mengatakan bahwa keselamatan staf merupakan prioritas utama dan setiap NHS Trust memiliki kewajiban hukum untuk melindungi pekerja dari paparan bahan berbahaya.

"Kami mengetahui adanya studi yang menyoroti kekhawatiran mengenai kadar formaldehida di udara pada departemen patologi dan sedang mendukung berbagai NHS Trust untuk memastikan lingkungan kerja tetap aman," ujarnya.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini