TRIBUNNEW.COM - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk membantu membuka jalan perdamaian dengan Korea Utara di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.
Permintaan tersebut disampaikan Lee saat bertemu singkat dengan Trump dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pada Selasa (16/6/2026).
Pemerintah Korea Selatan menilai Trump merupakan salah satu tokoh dunia yang pernah berhasil membangun komunikasi langsung dengan Kim Jong Un ketika hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat berada di titik paling panas.
Lee berharap Trump dapat memainkan peran utama dalam menyelesaikan persoalan Korea Utara secara damai, seperti pendekatan diplomasi yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat dalam sejumlah konflik internasional termasuk perang Iran.
Selain itu Trump dianggap memiliki kedekatan personal dengan Kim Jong Un karena keduanya pernah beberapa kali bertemu secara langsung saat Trump menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat periode pertama.
Pertemuan bersejarah antara Trump dan Kim di Singapura pada 2018 bahkan sempat membuka harapan dunia terhadap kemungkinan perdamaian di Semenanjung Korea.
Trump dan Kim juga pernah bertemu di Hanoi, Vietnam, serta di kawasan Zona Demiliterisasi Korea pada 2019.
Meski pembicaraan denuklirisasi kala itu belum menghasilkan kesepakatan permanen, hubungan pribadi antara kedua pemimpin dinilai tetap menjadi jalur diplomasi penting yang belum dimiliki pemimpin dunia lainnya.
Karena alasan itulah, Lee Jae Myung berharap Trump dapat kembali menggunakan pendekatan diplomasi langsung untuk menekan ketegangan dan membuka peluang dialog baru dengan Pyongyang.
Korea Selatan Khawatir Ketegangan Semakin Meningkat
Mengutip dari CNA, Permintaan Lee Jae Myung kepada Trump muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Korea Selatan terhadap situasi keamanan kawasan.
Baca juga: Kesepakatan AS-Iran Dianggap Jadi Pengubah Permainan, PM Kanada: Melebihi Ekspektasi Saya
Dalam beberapa tahun terakhir, Korea Utara terus mempercepat pengembangan program rudal dan nuklirnya. Pyongyang juga beberapa kali melakukan uji coba rudal yang memicu ketegangan dengan Seoul, Tokyo, dan Washington.
Pemerintah Korea Selatan khawatir situasi dapat semakin memburuk jika jalur diplomasi tidak segera dibuka kembali.
Oleh karenanya, Seoul berharap hubungan pribadi antara Trump dan Kim Jong Un dapat dimanfaatkan untuk menciptakan komunikasi baru yang lebih stabil dan mengurangi risiko konflik di Semenanjung Korea.
Langkah Korea Selatan meminta bantuan Trump juga menunjukkan bahwa Seoul masih percaya Amerika Serikat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di Semenanjung Korea.
Peluang Diplomasi Baru di Asia Timur
Pasca permintaan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung agar Amerika Serikat membantu meredakan ketegangan dengan Korea Utara mencuat dalam KTT G7, Presiden AS Donald Trump memang belum memberikan pernyataan resmi secara terbuka.
Baca tanpa iklan