News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jurnalis Media Online Hati-hatilah! Google Tak Bisa Hapus Berita Bermasalah

Penulis: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Salah satu tayangan berita kasus Raffi Ahmad di situs berita Tribunnews.com.

Sammy malah balik bertanya, kalau di situs video Youtube saja bisa dilaporkan kepada pengelola munculnya rekaman-rekaman bermasalah yang kemudian bisa dihapus oleh Youtube, mengapa hal yang sama sulit bagi Google?

"Seperti film 'Innocence of Muslims" itu kan dihapus oleh pengelola Youtube setelah dikomplain banyak orang," tuturnya.

Jurnalisme Dangkal dan Kelas Dua

Sementara Nezar Patria, Managing Editor Vivanews.co.id, menyebutkan, tuntutan kecepatan penyajian berita di media online harusnya tidak bisa dijadikan pembenaran terjadinya kesalahan fatal yang berujung komplain.

Sebab, tuntutan kecepatan sebenarnya juga terjadi di media TV dan radio. "Justru media online itu masih ada jeda produksi. Harusnya bisa lebih hati-hati. Sementara teman-teman di radio dan TV itu terkadang menyajikan berita tidak ada jedanya. Wawancara live, langsung ditayangkan. Risiko keliru juga tidak kalah besar," kata Nezar.

Yang dia sesalkan, tuntutan mengejar tingginya traffif pembaca akhirnya membuat berita-berita di media online dangkal. "Muncul citra bahwa jurnalisme online di Indonesia itu dangkal dan kelas dua," kata Nezar.

Aktifis gerakan reformasi '98 ini merujuk pada trend berita online di negara-negara benua Eropa dan Amerika yang tidak selalu beradu cepat sehingga mengorbankan akurasi dan kelengkapan berita.

"Contohnya Huffington Post, itu dulunya cuma blog, tapi karena dikelola menjadi media online yang akurasi datanya bagus, sekarang banyak jadi rujukan," ujarnya.

Baca Juga

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini