News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Harga Selangit Bikin Laptop Layar Sentuh Belum Populer di Indonesia

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang model memperlihatkan ASUS Transformer AIO, yang bisa dioperasikan sebagai tablet dan laptop, dalam konferensi pers di eksebisi 2012 Computex, Taipeh, Taiwan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Laptop berlayar sentuh masih belum populer di kalangan konsumen Indonesia. "Touchscreen di notebook masih tersendat. Faktornya banyak, antara lain affordability," kata Sales Development Manager AMD Victor Herlianto usai acara peluncuran laptop Asus U38N di Jakarta, Senin (27/5/2013).

Dia menilai harga perangkat laptop layar sentuh yang bisa mencapai kisaran belasan juta masih menjadi batu sandungan untuk konsumen Indonesia.

"Yang kedua, notebook touchscreen harus di-bundling dengan Windows 8 sementara konsumen belum familiar dengan sistem operasi itu. Percuma kalau dipaketkan dengan Windows 7 karena jadi tidak berguna," lanjut Viktor.

Aplikasi-aplikasi Windows 8 pun, menurut Viktor, belum semuanya optimal untuk dipakai dengan layar sentuh. "Contohnya seperti Microsoft Office, meskipun Windows-nya sendiri sudah mendukung touchscreen."

AMD sendiri baru memasarkan laptop tipis dengan layar sentuh pertamanya di Indonesia dalam bentuk Asus U38N. Laptop kategori premium ini dijual seharga Rp 9,3 juta rupiah yang disebut lebih murah dari laptop sejenis yang menggunakan prosesor lain.

Ditambahkan oleh Manajer Produk dan Pemasaran Asus Juliana Cen, jumlah notebook touchscreen yang dipasarkan oleh pihaknya di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan laptop tanpa layar sentuh. "Proporsinya kira-kira 15 persen berbanding 85 persen. Kebanyakan yang terjual pun dari model mainstream."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini