TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penerbangan United Airlines dari Amerika Serikat menuju Spanyol terpaksa kembali ke bandara keberangkatan setelah muncul nama perangkat Bluetooth yang dianggap sebagai ancaman keamanan.
Insiden tersebut terjadi pada penerbangan United Airlines 236 yang berangkat dari Newark, New Jersey, menuju Palma de Mallorca, Spanyol, dikutip dari Phone Arena yang dipublikasikan pada 31 Mei 2026.
Pesawat diketahui telah mengudara selama sekitar satu jam ketika pilot menyampaikan pengumuman tidak biasa kepada para penumpang.
Menurut sejumlah penumpang yang membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, pilot meminta seluruh penumpang mematikan koneksi Bluetooth yang masih aktif.
Jika tidak dilakukan, pesawat akan kembali ke Newark.
Pada saat itu, pihak maskapai tidak menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut.
Namun, setelah beberapa saat, pesawat akhirnya berputar arah dan kembali ke bandara asal.
Laporan menyebutkan bahwa pilot berkomunikasi dengan pusat operasional United Airlines di Chicago sebelum mengambil keputusan tersebut.
Selama penerbangan, sebagian penumpang masih dapat mengakses layanan Wi-Fi dan mengikuti perkembangan situasi melalui media sosial.
Belakangan diketahui bahwa petugas keamanan mencurigai adanya perangkat Bluetooth dengan nama koneksi yang mengandung kata "Bomb" atau bom.
Dalam dunia penerbangan, kata tersebut dianggap sebagai ancaman serius sehingga harus ditangani sesuai prosedur keamanan yang berlaku.
Baca juga: Benarkah Earphone Bluetooth Bisa Sebabkan Paparan Radiasi Berbahaya? Ini Kata Dokter
Informasi tersebut muncul dari percakapan yang terdengar melalui siaran komunikasi lalu lintas udara yang dipantau oleh sejumlah pengguna internet.
Dari informasi yang beredar, perangkat tersebut diketahui berupa speaker Bluetooth yang dibawa salah satu penumpang.
Setelah pesawat mendarat kembali di Newark, petugas keamanan federal langsung melakukan pemeriksaan.
Para penumpang diminta turun dari pesawat untuk proses investigasi.
Baca tanpa iklan