Meski awalnya diberitakan harus meninggalkan barang bawaan di dalam kabin, penumpang tetap diperbolehkan membawa telepon genggam dan paspor mereka.
Pemeriksaan menyeluruh kemudian dilakukan terhadap pesawat dan seluruh barang yang ada di dalamnya.
Setelah dipastikan tidak terdapat ancaman keamanan, pesawat akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Palma de Mallorca.
Menurut laporan, perangkat yang memicu insiden tersebut ternyata dimiliki oleh seorang remaja.
Hingga kini belum diketahui apakah penggunaan nama Bluetooth tersebut dilakukan sebagai lelucon atau hanya kesalahan tanpa unsur kesengajaan.
Penerbangan akhirnya tiba dengan selamat di Spanyol beberapa jam setelah jadwal semula.
Sebagai bentuk kompensasi atas keterlambatan, maskapai memberikan voucher makanan kepada para penumpang.
Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi.
Sebelumnya, penerbangan United Airlines lain juga sempat mengalami gangguan setelah seorang penumpang menggunakan nama hotspot Wi-Fi yang dianggap menyinggung dan memicu perhatian kru pesawat.
Insiden tersebut menjadi pengingat bahwa nama perangkat Bluetooth maupun hotspot Wi-Fi yang terlihat oleh publik dapat menimbulkan konsekuensi serius, terutama di lingkungan dengan standar keamanan tinggi seperti bandara dan pesawat terbang.
Karena itu, pengguna disarankan menghindari penggunaan nama perangkat yang mengandung kata-kata sensitif atau dapat disalahartikan sebagai ancaman.
(Tribunnews.com/Widya)
Baca tanpa iklan