News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sony Akhirnya Kibarkan Bendera Putih di Bisnis Komputer Pribadi

Editor: Fajar Anjungroso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Produk Sony Vaio Duo 11 dipamerkan dalam pameran Mega Bazaar Computer yang diselenggarakan bersamaan dengan Focus Expo 2013 di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Kamis (7/3/2013). Vaio Duo 11 bisa berubah dari tablet menjadi ultrabook, lengkap dengan papan ketiknya. Komputer jinjing ini menggunakan prosesor Core i5-3317U, RAM 8 GB, dan media penyimpanan solid state drive (SSD) berkapasitas 128 GB. Mega Bazaar tahun ini didominasi produk gadget seperti tablet dan smartphone. Sedangkan Focus didominasi produk kamera digital. Pameran akan berlangsung hingga 10 Maret. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES

TRIBUNNEWS.COM – Sony akhirnya menyerah "bermain" di pasar bisnis komputer pribadi. Perusahaan asal Jepang tersebut telah memutuskan untuk menjual unit bisnis Vaio, produk komputer pribadi Sony, kepada perusahaan investasi Japan Industrial Partners (JIP).

Tidak disebutkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh JIP untuk memboyong unit bisnis tersebut. Namun, beberapa waktu lalu, harian Nikkei memperkirakan, JIP harus merogoh kocek setidaknya hingga 490 juta dollar AS.

Proses akuisisi tersebut diyakini sudah akan selesai pada Maret 2014 mendatang. Setelah selesai, JIP, dengan sedikit bantuan dari Sony, akan mendirikan sebuah perusahaan baru untuk menjalankan bisnis komputer pribadi ini.

Sony akan tetap memiliki saham di perusahaan tersebut, meskipun tidak terlalu besar, hanya sekitar 5 persen.

Pihak JIP sendiri berencana untuk menarik sekitar 250 hingga 300 karyawan Sony untuk bekerja di perusahaan baru ini. Nantinya, perusahaan baru tersebut akan berkonsentrasi menjual komputer pribadi untuk kelas korporat dan konsumen di pasar Jepang, sambil mencari strategi mengembangkan sayap ke pasar internasional.

Karyawan yang tidak terpilih untuk "dipinang" perusahaan baru tersebut akan dipindah ke divisi lain dari Sony. Sisanya, akan ditawari program pensiun dini.

Sony sendiri berencana untuk memberhentikan sekitar 5.000 karyawan hingga akhir tahun 2014. Secara rinci, 1.500 karyawan berasal dari Jepang dan 3.500 karyawan sisanya berasal dari Sony global.

Dengan pemotongan tenaga kerja ini, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/2/2014), Sony berharap dapat memotong 100 miliar Yen dari biaya operasional tahun ini.

Setelah proses penjualan unit bisnis Vaio selesai, Sony akan fokus ke unit bisnis perangkat mobile, termasuk ponsel pintar keluarga Xperia yang mengusung sistem operasi Android.

Vaio diperkenalkan untuk pertama kalinya pada tahun 1996 lalu. Vaio sendiri merupakan singkatan dari "Video Audio Integrated Operation" dan "Visual Audio Intelligent Organizer".

Produk Vaio selama ini identik dikenal sebagai komputer pribadi kelas atas yang memiliki desain yang menarik.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini