TRIBUNNEWS.COM - Aplikasi olahraga populer, Strava, resmi memperluas fitur pendakian atau hiking melalui pembaruan versi 467.0.0 yang dirilis pada 11 Juni 2026.
Pembaruan ini menghadirkan berbagai peningkatan pada perencanaan rute, navigasi di lapangan, hingga fitur berbagi aktivitas kepada komunitas.
Dikutip dari siaran pers Strava dan 9to5Mac, update tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan para pendaki yang terus bertambah di platform Strava.
Perusahaan mencatat jumlah klub hiking di Strava meningkat hingga 5,8 kali lipat sepanjang 2025.
Dalam keterangan resminya, Strava menyebut pembaruan terbaru mencakup berbagai fitur yang dapat digunakan oleh seluruh anggota secara gratis, serta sejumlah fitur eksklusif untuk pelanggan berlangganan.
Pada tahap perencanaan perjalanan, Strava menghadirkan beberapa peningkatan penting, di antaranya:
- Route Discovery untuk menemukan jalur pendakian populer di suatu wilayah.
- Route Builder untuk membuat rute pendakian sesuai kebutuhan pengguna.
- Informasi jarak tempuh dan elevasi secara langsung saat menyusun rute.
- Penyimpanan rute agar mudah diakses kembali di aplikasi.
Strava juga mengumumkan peningkatan tampilan peta yang akan diluncurkan pada musim panas tahun ini.
Baca juga: Strava dan Komoot Hadirkan Rute Peta Offline di Apple Watch
Pembaruan tersebut akan menampilkan informasi permukaan jalur yang lebih detail, serta titik-titik penting seperti area perkemahan, lokasi piknik, dan titik awal pendakian.
Untuk membantu pengguna saat berada di lapangan, Strava menghadirkan sejumlah fitur navigasi baru.
Beberapa fitur yang tersedia meliputi:
- Off-Route Alerts atau peringatan ketika pengguna keluar dari jalur yang telah direncanakan.
- Offline Routes yang memungkinkan rute diunduh dan digunakan tanpa koneksi internet.
- Live Elevation untuk menampilkan profil ketinggian secara real-time.
- Mobile Record Map berupa peta layar penuh yang dapat diakses hanya dengan satu sentuhan.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah Route Following on Apple Watch.
Melalui fitur ini, pengguna dapat mengikuti rute pendakian langsung dari jam tangan tanpa harus membawa atau membuka ponsel selama perjalanan.
Selain itu, rute yang dibuat di Strava juga dapat disinkronkan secara otomatis ke perangkat yang kompatibel, termasuk Apple Watch, Garmin, dan Coros.
Tidak hanya fokus pada navigasi, Strava juga memperbarui fitur sosial yang memungkinkan pengguna membagikan pengalaman pendakian secara lebih menarik.
Beberapa fitur baru yang diperkenalkan antara lain:
- 3D Activity Map yang menampilkan jalur pendakian dalam bentuk lanskap tiga dimensi.
- Activity Replays yang memutar ulang perjalanan pengguna dalam bentuk animasi.
- Sticker Stats untuk membagikan data jarak, elevasi, dan waktu tempuh.
- Flyover, animasi udara tiga dimensi yang dibuat berdasarkan data elevasi nyata.
- Dukungan untuk klub-klub hiking dengan tantangan dan papan peringkat khusus.
Baca tanpa iklan