Penelitian dilakukan bersama BMKG serta tim Universitas Kyushu dan Universitas Nagoya, Jepang.
Elvis V Onovughe dalam “Geomagnetic Diurnal Variation During the Total Solar Eclipse of 29 March 2006” di International Journal of Astronomy, 2013, menyebut perubahan arus di ionosfer selama Gerhana Matahari dipicu faktor lain, seperti tingkat aktivitas Matahari, tingkat gangguan geomagnetik, kondisi geofisika, dan waktu terjadinya gerhana. MZW/Harian Kompas
Baca tanpa iklan