TRIBUNNEWS.COM - Meski tentu tidak membahayakan, tapi
ketika anak terbiasa tidur bersama orangtuanya terus menerus, tentu
pada suatu titik akan berpengaruh pada tahapan kemandirian anak.
Terutama anak-anak usia sekolah, seharusnya sudah belajar tidur di
kamar sendiri. Manfaatnya selain latihan kemandirian adalah belajar
memiliki privasi serta latihan beradaptasi menghadapi situasi yang
tidak terduga dan seterusnya.
Penyebab:
* Takut berpisah atau merasa tidak diperhatikan lagi
Beberapa
anak merasa masih takut berpisah dengan orangtuanya. Atau kalau tidur
berpisah merasa sudah tidak disayang/diperhatikan lagi oleh orangtuanya.
* Sering mengalami mimpi buruk
Anak-anak yang mengalami mimpi buruk umumnya juga takut ketika harus mulai tidur sendiri.
* Kamarnya tidak nyaman (berantakan, banyak nyamuk, panas, dan pengap)
Biasa
tidur di kamar orangtua yang luas, bersih dan nyaman, membuat sebagian
anak enggan pindah ke kamarnya sendiri yang tak senyaman kamar
orangtuanya.
* Pola asuh yang permisif
Sebagian orangtua
terbiasa memperbolehkan apa saja yang diinginkan anaknya. Jadilah tiap
kali anak kembali ingin tidur bersama orangtua diperbolehkan, meski
sebenarnya sudah latihan untuk tidur di kamarnya sendiri.
* Masih selalu dianggap anak kecil
Anak
tunggal, anak bungsu, umumnya selalu dianggap anak kecil oleh orangtua
sehingga tidur pun masih selalu bersama meski sudah duduk di bangku SD.
Solusi:
Sesuaikan
solusi dengan penyebabnya. Kalau penyebabnya adalah ketakutan berpisah,
berikan penjelasan bahwa meski tidur terpisah tidak berarti orangtua
tidak memerhatikannya lagi, sebaliknya itu adalah tanda bahwa ia sudah
besar dan pintar. Kalau anak sering mimpi buruk, coba kurangi
aktivitasnya di siang hari. Kelelahan bisa menjadi salah satu penyebab
anak sering mimpi buruk.
Bila yang menjadi penyebab adalah
kamarnya yang tidak nyaman, ajak anak untuk mendekorasi sendiri
kamarnya sehingga terasa lebih nyaman. Memasang gambar tokoh idolanya,
bed cover yang sesuai, dijaga kebersihannya, dan seterusnya. Bila yang
menjadi masalah adalah pola asuh, maka mau tak mau, orangtua harus
berbesar hati untuk mengubah pola asuhnya. Lakukan "pindahan kamar" ini
secara bertahap, misalnya hanya di hari sekolah, sementara hari libur
masih tidur bersama, atau sebelum tidur orangtua masih menemani
sebentar, dan seterusnya.
(Tim panduan buklet bonus Nakita)
Tahukan Anda, Mengapa Si Adik Tak Berani Tidur Sendiri?
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan