TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Sari Husada, perusahaan produk gizi ibu dan anak di Indonesia melakukan peluncuran tampilan baru situs web ‘Nutrisi Untuk Bangsa’ (http://nutrisiuntukbangsa.org) di Jakarta yang di hadiri oleh jajaran manajemen Sari Husada, serta aktifis jejaring sosial yang memiliki kepedulian terhadap gizi bunda dan balita.
Sejak pertengahan tahun 2010, Sari Husada mencanangkan kampanye 'Nutrisi Untuk Bangsa' melalui berbagai media termasuk lewat jejaring sosial, peluncuran tampilan baru website Nutrisi Untuk Bangsa, serta akun twitter @nutrisi_bangsa dimaksudkan untuk mempermudah dan memperlengkap informasi gizi, kesehatan bunda dan balita serta sebagai upaya mengajak masyarakat untuk lebih memiliki pengetahuan tentang pentingnya gizi.
Corporate Affairs and Legal Directors Sari Husada Yeni Fatmawati mengatakan, lebih dari 57 tahun Sari Husada menekankan pada upaya penyediaan produk nutrisi berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan menengah rendah.
“Sampai saat ini kami masih memberikan fokus perhatian kepada 360 minggu pertama dalam kehidupan awal manusia mulai dari masa pra kehamilan hingga anak berusia 6 tahun,” ujar Yeni Istora Senayan Jakarta, Selasa (24/1/2012).
Dan seiring meningkatnya pengguna sosial media dan akses serta pertukaran informasi melalui jejaring sosial, Sari Husada meningkatkan upaya edukasi gizi dan kesehatan dan anak melalui jejaring sosial http://nutrisiuntukbangsa.org laman facebook ‘Nutrisi untuk Bangsa’ dan akun twitter ‘@nutrisi_bangsa’ .
“Status gizi dan kesehatan bunda dan balita masih menjadi masalah besar di Indonesia, dimana angka kematian ibu melahirkan masih tinggi sementara jumlah balita penderita gizi kurang dan gizi buruk juga masih signifikan. Salah satu penyebab terjadinya masalah ini adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi sehingga upaya penyebaran informasi tentang gizi bunda dan balita masih sangat diperlukan,” kata Yeni.
Senior Manager Corporate Communication Sari Husada Arif Mujahidin menambahkan, program edukasi gizi dan kesehatan secara terintegrasi baik melalui kegiatan penyuluhan langsung maupun media konvensional serta media sosial terbukti efektif dan mendapat sambutan positif di masyarakat.
Dampak dari hal ini, banyak artikel, tulisan maupun informasi tentang gizi dan kesehatan yang dihasilkan dan bisa diunduh dari situs, akun maunpun page jejaring sosial Sari Husada serta 'Nutrisi Untuk Bangsa yang bermanfaat bagi bunda dan balita serta peminat masalah gizi dan kesehatan.
“Untuk memperluas jangkauan komunikasi, selain menghadirkan narasumber ahli gizi dan kesehatan yang kompeten, Sari Husada seringkali melibatkan wartawan maupun aktifis jejaring sosial (bloggers, fans, followers) dalam setiap kegiatan besar,” jelas Arif.
Saat ini ada lebih dari 6.000 follower aktif akun @nutrisi_bangsa dan 5.000 fans di halaman Facebook Nutrisi Untuk Bangsa.
Untuk memeriahkan peluncuran tampilan baru website Nutrisi Untuk Bangsa, Sari Husada menyelenggarakan lomba penulisan blog bertema "Kesehatan Bunda Kesehatan Kita" yang boleh diikuti siapa saja yang memiliki blog dan memiliki perhatian terhadap gizi dan kesehatan bunda.
Topik diatas sangat relevan dengan fakta bahwa sekitar 55 persen angka kematian ibu (AKI) disebabkan pendarahan dan pre-eclampsia yang terkait erat dengan malnutrisi atau gizi buruk semasa hamil sebagaimana pernah disampaikan oleh Dr Damar Pramusindo SpOG (K) dari Divisi Fetomaternal RSCM/FKUI dalam acara Nutritalk Sari Husada beberapa waktu lalu.
"Ibu hamil malnutrisi berisiko melahirkan bayi berat lahir rendah yang berisiko memiliki IQ rendah dan tumbuh kembang dengan tidak optimal. Hal tersebut akan berisiko terhadap kelanjutan kualitas generasi berikutnya," kata dokter Damar.
Kenyataan seperti inilah yang mendorong Sari Husada untuk terus melakukan edukasi gizi bunda dan balita melalui aneka kegiatan baik melalui interaksi tatap muka seperti program 'Ayo Melek Gizi', 'Nutritalk', maupun melalui edukasi lewat jejaring sosial melalui web dan akun 'Nutrisi Untuk Bangsa'.
“Kami yakin, semua kegiatan edukasi yang kami lakukan pada akhirnya akan membawa manfaat bagi bunda dan balita serta meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan masyarakat pada umumnya,” Tandas Yeni.
Baca tanpa iklan