"Jadi, pemberitaan yang menyatakan rokok tidak menyebabkan kanker paru sangat menyesatkan masyarakat dan sudah seharusnya diluruskan, " tutur Arifin Nawas.
Arifin bertutur, berbagai penelitian secara epidemiologik juga membuktikan kalau sebagian besar penderita kanker paru adalah perokok.
"Marilah kita sadari, jauh lebih baik mencegah daripada mengobati sehingga tidak terus berjatuhan korban-korban baru akibat rokok," timpal Sekretaris Umum PDPI, Dr Bahtiar Husain Sp.P, MH.Kes.
Berita inilah yang dibantah keras oleh Perhimpuan Dokter Paru Indonesia:
Baca tanpa iklan