News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Begini Agar Mata Tak Cepat Lelah di Depan Komputer

Penulis: Agustina Rasyida
Editor: Agung Budi Santoso
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jaga kesehatan penglihatan.

Laporan Wartawan Tribunnews, Agustina NR

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Menurut penelitian National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH), 88 persen pengguna komputer dapat mengalami Computer Vision Syndrome (CVS).

Di India 46,3 persen orang mengalami CVS, sedangkan di Indonesia 68,1 persen pengguna komputer dari 72 orang yang mengalaminya, dengan durasi delapan jam per hari.

Hal tersebut dipaparkan oleh dr. Astrianda Nadia Suryono, SpM, selaku Humas Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). CVS merupakan sindroma atau kumpulan gejala penyakit pada pengguna layar monitor (televisi, komputer, smartphone).

Akibatnya terjadi gangguan mata dengan gejala mata lelah (fatigue), kemampuan mata berakomodasi atau penyesuaian mata berkurang, vergensi (fiksasi objek dengan visul trackking pada objek), perih, iritasi, panas, sakit kepala, melihat dobel, dry eye, sampai kelainan mata itu sendiri.

Ini disebabkan karena penggunaan monitor mempunyai work habit, lingkungan tempat kerja tidak mendukung, seperti meja kursi tidak ergonomis, dan jarak monitor dan tempat duduk terlalu dekat.

"viewing angle dan pencahayaan ruangan dapat menyebabkan mata bengkak atau mata lelah," ujar Astri.

Untuk mengatasinya, Astri merekomendasikan pengguna monitor mencari posisi dan meja-kursi yang ergonomis saat bekerja, berkedip lebih banyak (karena kalau di depan monitor seseorang jarang berkedip), untuk berkedip dapat dibantu dengan tetes mata. Untuk mereka yang akan menonton televisi, sebaiknya atur posisi layar berjarak dua kali dari layar tersebut.

"Misalnya televisi kita 29 inci, berarti 29 x 2 sama dengan 58, jarak kita duduk dengan monitor harus 58 inci," jelasnya.

Selanjutnya, atur pencahayaan yang adekuat (brightness dan contrass), serta terapkan metode 20/20/20. Yaitu 20 menit bekerja, berhenti 20 detik dengan melihat hal-hal menarik di sekitar denga jarak melihat 20 kaki (feet) dari tempat duduk.

"Untuk menjaga kesehatan mata, kita perlu rajin cek mata ke dokter, mengetahui sejarah mata dalam keluarga, dan diet seimbang," tandasnya.

Klik TRIBUN JAKARTA Digital Newspaper
(Berita, artikel dan foto-fotonya dijamin WOW!)

Baca Artikel Menarik Lainnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini