News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dehidrasi Pada Bayi Lebih Membahayakan

Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Pada bayi kekurangan cairan akan lebih mengancam karena ia belum memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Akibatnya, gejala-gejala dehidrasi, khususnya yang ringan, kerap tidak terdeteksi. Selain itu kandungan cairan pada tubuh bayi jauh lebih besar, yakni sekitar 80%, dibanding anak-anak (70%) dan orang dewasa (60%). Sehingga bayi memiliki risiko lebih tinggi mengalami dehidrasi.

Fungsi cairan pada tubuh bayi sama seperti pada orang dewasa; untuk menyerap zat gizi yang ada dalam darah, membantu proses pencernaan, menjaga temperatur tubuh, dan lain sebagainya. Sebab itu bila cairan tubuh berkurang tentu akan mengganggu proses metabolisme dalam tubuh.

Sebab itu pada penderita dehidrasi muncul risiko kejang karena cairan yang terbuang (saat bayi menderita diare) juga mencakup larutan elektrolitnya (mengandung natrium dan kalium).

Karena dehidrasi membuat darah mengental, jadi suplai oksigen ke otak berkurang, karena zat asam ini tidak bisa bergerak sendiri ke otak tanpa ada cairan tubuh (darah). Nah, bila kondisi ini terus berlanjut bayi bisa mengalami syok lantas kejang.

Tak hanya itu, dehidrasi pun bisa menyebabkan kegagalan fungsi organ, seperti gagal ginjal atau infeksi berat. Pasalnya, organ tubuh manusia saling berinteraksi satu dengan lainnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini