McKinnon juga mengatakan deer velvet, bagian tulang yang ada di sekitar tanduk rusa juga banyak diminati, dan bisa terjual sekitar Rp 1,2 juta di China.
Dia mengatakan, dengan ongkos transportasi dan terbatasnya tempat pemotongan, penjualan bagian lain dari tubuh rusa membuat petani masih bisa mendapatkan keuntungan.
"Bagi kami di situlah pasarnya," kata dia.
"Jadi tidak sekadar menjual daging rusa saja," tegas McKinnon. Australia Plus ABC
Glori K. Wadrianto/Kompas.com
Baca tanpa iklan