"Itu karena keraguan dari orangtua untuk memerbolehkan anaknya untuk diimuniasi MR," ujarnya.
Sebutnya di Banjarbaru masih ada beberapa sekolah yang tak mau melaksanakan imunisasi MR.
Memang imunisasi MR diakuinya mengandung zat yang tidak halal. Namun kini pemerintah sedang menggodok imunisasi MR baru pengganti imunisasi MR yang kini dibuat oleh India.
Namun dibandingkan harus imunisasi sendiri, ujarnya harus merogoh kocek mahal yaitu Rp 750 ribu. Sedangkan saat pelaksanaan imunisasi MR yang diadakan pemerintah diberikan secara gratis.
(Banjarmasinpost.co.id/milna)
Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Puluhan Santriwati di Banjarbaru Positif Terserang Campak Rubella, Dikarantinanya Cuma di Sekolah,
Baca tanpa iklan