News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Ini Penyebab Sebagian Orang Rentan Terinfeksi Virus Corona

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi berperang melawan virus.

TRIBUNNEWS.COM -  Panic buying' atau belanja secara berlebihan akibat kepanikan yang terjadi di Australia lebih fokus pada tisu toilet dan pembersih tangan.

Tapi brokoli pun mulai langka setelah ada anggapan bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Benarkah demikian?

Sayuran hijau, suplemen, olahraga dan minum jus, kini banyak disebut-sebut sebagai penguat sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi virus corona atau COIVD-19.

Tapi menurut Professor Marc Pellegrini, pakar penyakit menular di Australia, vaksin merupakan satu-satunya yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah infeksi.

"Vaksin meningkatkan kapasitas sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi, karena kita sengaja memaparkannya pada patogen yang kemudian akan dikenali," kata Prof Pellegrini dari Walter and Eliza Hall Institute kepada ABC.

Baca: 3 Hal yang Menyebabkan Kamu Mudah Terserang Flu

Sampai sekarang belum ada vaksin yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah COVID-19.

Namun ia menjelaskan, orang dapat menjaga sistem kekebalan tubuhnya agar pada saat dibutuhkan mampu melawan infeksi.

Caranya? pola makan seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Lantas bagaimana sistem kekebalan tubuh yang sehat itu bekerja, serta mengapa seseorang memiliki sistem kekebalan lebih baik daripada yang lain?

Kenali sistem kekebalan tubuh saat bertemu virus

Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri atas berbagai jenis sel dan molekul, seperti antibodi.

Garis pertahanan pertama adalah apa yang dikenal sebagai sistem kekebalan tubuh bawaan.

Setiap sel dalam tubuh kita dipersiapkan untuk membuat interferon, yakni molekul antivirus, ketika mereka mendeteksi adanya penyusup.

"Sel-sel ini akan mulai membuat molekul antivirus bawaan sendiri yang akan menghentikan virus untuk bereplikasi," jelas Prof Pellegrini.

Respons bawaan ini langsung muncul, menghasilkan zat yang disebut sitokin, yang menyebabkan demam dan peradangan jaringan ketika sel-sel mulai mati.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini