TRIBUNNEWS.COM - Belum lepas dari virus corona, Indonesia kembali dihebohkan dengan penemuan bakteri listeria pada jamur enoki asal Korea Selatan.
Kementerian Pertanian mengungkap ini setelah hasil investigasi menemukan adanya kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes pada produk impor ini.
Ministry of Food and Drug Safety Korea Selatan menemukan bakteri Listeria monocytogenes pada jamur enoki pada Maret 2020.
Jamur tersebut diproduksi perusahaan pangan Sun Hong Foods asal Negeri Ginseng.
Dikutip dari Kompas.com, Kementan menghimbu agar masyarakat berhati-hati dalam mengonsumsi jamur enoki.
Baca: Mengenal Bakteri Listeria yang Cemari Jamur Enoki, Penyakit Bawaan Makanan yang Berbahaya
Baca: Kronologi Kementan RI Terima Laporan Kontaminasi Bakteri Listeria dan Musnahkan 8 Ton Jamur Enoki
Lantaran kontaminasi bakteri listeria mampu menyebabkan infeksi listriosis.
Menurut Medical News Today, listeriosis adalah infeksi yang disebabkan bakteri listeria yang ada dalam makanan.
Penyakit ini tidak dapat dipastikan dalam kasat mata, namun orang-orang dengan imun rendah berpotensi besar terinfeksi.
Angka kematian penyakit listeriosis ini juga relatif tinggi.
Berikut sejumlah fakta penyakit listeriosis:
1. Listeriosis adalah infeksi yang disebabkan oleh Listeria monocytogenes
2. Diperkirakan 260 orang Amerika meninggal karena listeriosis setiap tahun.
3. Hanya orang yang mengalami imunosupresi dan wanita hamil yang berisiko mengalami listeriosis yang serius.
4. Listeriosis dapat menyebabkan septikemia atau meningitis.
5. Wanita hamil 10 kali lebih mungkin terinfeksi Listeria daripada populasi umum.
Meski bakteri ini ditemukan Kementan pada jamur enoki, tapi ternyata tidak hanya makanan itu saja.
Mengutip Food Poisoning Bulletin, sebenarnya semua makanan dapat terkontaminasi bakteri listeria monocytogenes.
Makanan yang kemungkinan kuat dapat terkontaminasi antata lain daging-dagingan, hot dog, produk susu seperti keju lunak, susu mentah, es krim, dan beberapa sayuran.
1. Keju Lunak
Keju lunak yang dibuat dengan susu yang tidak dipasteurisasi, 50 hingga 160 kali lebih mungkin terkontaminasi bakteri listeria dibanding dibuat dengan susu pasteurisasi.
Namun bukan berarti keju dengan susu dipasteurisasi bebas dari penyakit.
Bila pabrik pembuatan tidak higienis dan peralatan tidak sesuai, makanan dapat terkontaminasi karena patogen terbentuk di dalam lingkungan.
Baca: Penjelasan Kementan soal Bakteri Listeria di Jamur Enoki, Ungkap Hasil Investigasi dan Beri Imbauan
Baca: Gejala dan Cara Pencegahan Infeksi Listeria, Bakteri yang Disebut Terdapat pada Jamur Enoki
Pada wabah Listeria pertama pada 1985 di AS, susu mentah secara tidak sengaja dimasukkan ke dalam susu yang dipasteurisasi.
Lalu pada 2015, wabah listeriosis yang membuat 30 orang sakit di 10 negara bagian selama 5 tahun dikaitkan dengan keju lunak Karoun Dairy.
Tiga orang meninggal dan seorang wanita menderita kehilangan janin.
2. Kecambah Mentah
Kecambah dianggap sebagai produk yang berisiko tinggi, karena kondisi pertumbuhannya sempurna untuk pertumbuhan bakteri dan karena benih itu sendiri mungkin terkontaminasi oleh Listeria Monocytogenes dan patogen lainnya.
Wabah Listeria monocytogenes yang mematikan pada 2014 di AS terkait dengan kecambah mentah hingga lima orang sakit dan menewaskan dua orang.
3. Melon
Buah ini diproduksi dan dijual oleh Jensen Farms menyebabkan wabah listeriosis yang mematikan pada tahun 2011, membuat 146 orang sakit di 28 negara bagian AS.
Kulit yang mudah terkelupas dan tumbuhnya yang langsung di tanah menjadikannya tempat kembang biak patogen yang baik.
Untuk menghindarinya, lebih baik tidak membeli potongan buah melon di supermarket.
Buah utuh harus segera didinginkan setelah dipotong dan sebaiknya dibuang setelah usianya 7 hari dalam penyimpanan.
Ada baiknya tidak mengonsumsi sisa melon yang beradapada suhu kamar selama lebih dari 4 jam.
Selain itu, sebelum memotong melon disarankan untuk mensterilkan dengan direndam air panas untuk membunuh bakteri di kulitnya.
4. Ikan Asap
Ikan asap yang didinginkan adalah makanan berisiko tinggi untuk bakteri listeria.
Produk tuna, salmon, dan ikan kalengan yang stabil dan tersimpan dengan baik tidak berisiko.
Tetapi ikan asap dingin seperti salmon, ikan putih, cod, tuna, trout, dan mackerel kemungkinan berisiko terkontaminasi.
Agar terhindar dari bakteri, makanan jenis ini harus dimasak secara matang sempurna agar lebih aman.
5. Susu Mentah
Susu mentah adalah susu yang belum dipasteurisasi.
Puting sapi dekat dengan anusnya, sehingga patogen dapat dengan mudah bermigrasi ke dalam susu.
Susu mentah juga dianggap sebagai makanan yang paling berisiko, tidak hanya kontaminasi Listeria monocytogenes, tetapi untuk patogen lain seperti Salmonella, E. coli, dan Brucella.
Ada baiknya orang yang memiliki imun redah dan memiliki penyakit kronis menghindari makan makanan ini kecuali dimasak dalam suhu 165 derajat celcius.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)