Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty Internasional baru-baru ini merilis jumlah kematian tenaga kesehatan seluruh dunia di tengah pandemi Covid-19.
Setidaknya 7.000 garda terdepan itu gugur saat mencoba menyelamatkan nyawa orang lain.
Meksiko merupakan negara yang menempati puncak dengan jumlah kasus tertinggi dengan 1.320 petugas medis meninggl dunia.
Kemudian disusul Amerika Serikat sebanyak 1.077 orang, dan Brasil dengan 634 kasus kematian tenaga medis.
Steve Cockburn, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International menuturkan, setiap pekerja kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerja.
Baca: Selama Pandemi Covid-19, 82 Persen Tenaga Kesehatan Alami Kelelahan Mental
“Berbulan-bulan setelah pandemi, petugas kesehatan masih meninggal dengan angka yang mengerikan di negara-negara seperti Meksiko, Brasil, dan AS, menunjukkan perlunya semua negara untuk mengambil tindakan," kata Steve seperti dikutip dari www.AmnestyInternasional.org., Jumat (4/9/2020).
Ia mengatakan, semua negara harus mengambil tindakan, berkerja sama secara global.
Baca: 1.190 Tenaga Kesehatan Bantu Penanganan Covid-19 di Jakarta Hingga Akhir Tahun 2020
"Memastikan semua petugas kesehatan diberikan alat pelindung yang memadai, sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," terang dia.
Berikut jumlah tenaga kesehatan yang meninggal di sejumlah negara:
Meksiko (1.320), AS (1.077), Inggris (649), Brasil (634), Rusia (631), India (573), Afrika Selatan. (240), Italia (188), Peru (183), Iran (164) dan Mesir (159).
Angka setiap negara mungkin tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung karena perbedaan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, dan definisi petugas kesehatan yang digunakan di berbagai negara.
Angka-angka ini kemungkinan besar merupakan perkiraan yang terlalu rendah, karena tidak dilaporkan oleh banyak negara yang termasuk dalam analisis.
Baca tanpa iklan