News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Amnesty Internasional: Di Tingkat Global Ada 7.000 Tenaga Kesehatan Meninggal Saat Hadapi Covid-19

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tenaga kesehatan dengan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Manyar Medical Center (RS MMC), Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/6/2020). Adanya pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat enggan ke rumah sakit demi mengurangi kemungkinan terpapar Covid-19. Untuk menutup biaya operasional, rumah sakit harus mencari dana pinjaman dan mengajukan penundaan cicilan alat-alat rumah sakit di bank. Surya/Ahmad Zaimul Haq

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty Internasional baru-baru ini merilis jumlah kematian tenaga kesehatan seluruh dunia di tengah pandemi Covid-19.

Setidaknya 7.000 garda terdepan itu gugur saat mencoba menyelamatkan nyawa orang lain.

Meksiko merupakan negara yang menempati puncak dengan jumlah kasus tertinggi dengan 1.320 petugas medis meninggl dunia.

Kemudian disusul Amerika Serikat sebanyak 1.077 orang, dan Brasil dengan 634 kasus kematian tenaga medis.

Steve Cockburn, Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial di Amnesty International menuturkan, setiap pekerja kesehatan memiliki hak untuk merasa aman di tempat kerja.

Baca: Selama Pandemi Covid-19, 82 Persen Tenaga Kesehatan Alami Kelelahan Mental

“Berbulan-bulan setelah pandemi, petugas kesehatan masih meninggal dengan angka yang mengerikan di negara-negara seperti Meksiko, Brasil, dan AS, menunjukkan perlunya semua negara untuk mengambil tindakan," kata Steve seperti dikutip dari www.AmnestyInternasional.org., Jumat (4/9/2020).

Ia mengatakan, semua negara harus mengambil tindakan, berkerja sama secara global.

Baca: 1.190 Tenaga Kesehatan Bantu Penanganan Covid-19 di Jakarta Hingga Akhir Tahun 2020

"Memastikan semua petugas kesehatan diberikan alat pelindung yang memadai, sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan penting mereka tanpa mempertaruhkan nyawa mereka sendiri," terang dia.

Berikut jumlah tenaga kesehatan yang meninggal di sejumlah negara:

Meksiko (1.320), AS (1.077), Inggris (649), Brasil (634), Rusia (631), India (573), Afrika Selatan. (240), Italia (188), Peru (183), Iran (164) dan Mesir (159).

Angka setiap negara mungkin tidak selalu dapat dibandingkan secara langsung karena perbedaan metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, dan definisi petugas kesehatan yang digunakan di berbagai negara.

Angka-angka ini kemungkinan besar merupakan perkiraan yang terlalu rendah, karena tidak dilaporkan oleh banyak negara yang termasuk dalam analisis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini