News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Rasanya Nikmat, Tapi Sebaiknya Jangan Sering-sering Mi Instan, Ini Alasannya

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi olahan mi instan

TRIBUNNEWS.COM - Banyak orang suka makan mi instan. Variannya beraneka ragam dan rasanya nikmat.

Tak hanya itu, penyajian juga mudah sehingga umumnya jadi favorit kaum milenial yang disibukan dengan jam kerja.

Padahal, makanan ini telah terbukti secara klinis tidak dapat dikonsumsi berlebihan karena bisa memicu berbagai masalah kesehatan.

Baca juga: Jangan Campur Mi Instan dengan Nasi, Ini Bahayanya Pada Tubuh

Agar kita tidak mudah tergoda bujuk rayu kenikmatan mi instan, berikut 4 alasan mengapa makanan siap saji ini tak baik untuk kesehatan:

1. Mengandung lemak jahat

Mi instan mengandung lemak jahat, seperti asam lemak jenuh dan lemak trans.

Jika dikonsumsi berlebihan, zat tersebut bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Padahal, kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

2. Sulit dicerna

Mi instan dapat memerlukan waktu lama untuk dicerna tubuh sehingga bisa membebani proses pencernaan.

Hal ini juga bisa mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin.

Baca juga: 7 Fakta Unik Indomie, Mi Instan dari Indonesia yang Disukai hingga ke Luar Negeri

Selain itu, kandungan pengawet di dalamnya juga bisa memicu asma, kecemasan, dan diare.

3. Tinggi kandungan garam

Kandungan garam dala mi instan juga sangat tinggi. Riset 2014 dalam American Journal of Hypertension membuktikan, konsumsi garam yang tinggi menjadi faktor utama kematian di dunia.

Pasalnya, konsumsi garam atau natrium berlebihan bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini