News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Waspada, Perokok Rentan Terpapar Covid-19

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kebiasaan merokok berdampak tidak baik bagi kesehatan. Selain dapat menimbulkan penyakit komplikasi, merokok dapat merusak saluran pernapasan hingga paru-paru.

Perokok juga rentan terpapar Covid-19.

Seperti diketahui, Covid-19 merupakan suatu penyakit yang menyerang alat pernapasan. Dan rokok bisa memperparah kondisi tersebut.

dr Elisna Syahruddin PhD Sp.P(K) mengungkapkan jika perokok berat memiliki ketahanan paru-paru yang lemah.

Apalagi seseorang yang sudah menjadi perokok jangka panjang,  memiliki masalah pada mekanisme fungsi paru-parunya.

Ini berlaku juga bagi perokok yang pasif.

Baca juga: Update 13 Februari : 1.060.326 Nakes Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Baca juga: Salah Seorang Ajudannya Meninggal karena Covid-19, Hasil Tes Swab Wali Kota Denpasar Negatif

Menurut dr Elisna seseorang dikatakan sebagai perokok pasif bukan berarti karena ia menghisap asap rokok sekali dua kali saja.

Melainkan orang yang sudah lama hidup bersama perokok aktif. Tidak hanya di rumah, tapi juga bisa di tempat kerja.

"Nah, rokok elektrik atau likuid vape juga sama. Tidak benar kalau ada yang bilang likuid vape tidak begitu berbahaya dari pada rokok," kata dr Elisna lewat telepon, Jumat (12/2/2021).

Di sisi lain, perokok juga rentan tertular virus.

dr Elisna memberikan gambaran aktivitas merokok. Di mana saat merokok pasti berada di luar sembari membuka masker.

Ini tentu saja membuka peluang virus masuk lewat mulut dan hidung.

Begitu juga dengan tangan. Perokok kebanyakan menggunakan jari saat merokok. Bisa saja tangan atau pun rokok telah terkontaminasi oleh virus Covid-19.

"Kalau merokok di tempat umum pasti ia tidak melaksanakan 3M. Merokok tidak mungkin memakai masker. Nah risikonya di situ!" katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini