News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pimpinan BGN Diganti

Resmi Diganti Nanik S Deyang, Ini 7 Pernyataan Kontroversi Dadan Hindayana Selama Pimpin BGN

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan untuk mencopot Dadan Hindayana yang semula menjabat sebagai kepala Badan Gizi nasional (BGN) kini digantikan oleh Nanik S Deyang.


Pemerintah menegaskan pergantian ini tidak akan mengganggu pelaksanaan program nasional tersebut.

Baca juga: Sosok dan Rekam Jejak 3 Pimpinan Baru BGN Pilihan Prabowo Usai Dadan Hindayana cs Dicopot

Dalam susunan baru tersebut  Wakil Kepala BGN yang sebelumnya diisi Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya kini dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pergantian kepemimpinan ini untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang dijalankan BGN.

“Kepada tiga pimpinan BGN yang baru kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

KEPALA BGN DICOPOT - Presiden RI Prabowo Subianto bersama Kepala BGN Dadan Hindayana saat mengunjungi siswa korban korban kecelakaan mobil pengangkut makanan MBG di RS Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2025). Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo mencopot Dadan dari jabatan Kepala BGN, tak lama setelah kepulangan dari ibadah haji dan usai mendampingi kunjungan ke SPPG Palmerah, Jakarta Barat. (Kompas.com/Tim Media Prabowo Subianto)

Dalam mengumumkan itu, Pemerintah berharap kepada jajaran pimpinan baru agar mampu meningkatkan tata kelola organisasi dan menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.

Di tengah proses transisi kepemimpinan tersebut, pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita
laksanakan, seluruh program BGN tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,” ujar Prasetyo.

Langkah penyegaran ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelaksanaan program MBG.

Selain sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program tersebut juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia serta penggerak ekonomi nasional.

Pernyataan Kontroversi 

Selama satu setengah tahun menjabat sebagai kepala BGN, berikut 7 pernyataan kontroversial Dadan ini yang dirangkum oleh Tribunnews.com.

1. Sebut Gizi Timnas kurang baik 

Pada sebuah kegiatan Dadan hindayana pernah berkelakar bahwa kekalahan Timnas Indonesia dalam hal sepak bola dikarenakan gizi para pemain timnas yang kurang baik.

"Jadi jangan heran kalau PSSI itu sulit menang, karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung," ujar Dadan, di acara Penandatanganan MoU di Kantor Kementerian PU, Jakarta, pada Maret lalu. 

2. Minum susu 2 liter setiap hari

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini