News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sering di Ruangan AC? Awas Dehidrasi hingga Picu Batu Ginjal, Ini Cara Pencegahannya

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RUANGAN AC- Faktor utama penyebab batu ginjal di antaranya adalah dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan, terutama pada mereka yang sering berada di ruangan dengan Air Conditioner (AC).

Laporan Wartawan Tribunnews.com M. Alivio

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Batu ginjal bukan lagi penyakit yang hanya menyerang orang lanjut usia.

Saat ini, penyakit batu saluran kemih (BSK) semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif, terutama mereka yang aktif bekerja.

Baca juga: Benarkah Pijat Bisa Menyembuhkan Batu Ginjal? Ini Kata Dokter

Faktor utama penyebab batu ginjal di antaranya adalah dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan, terutama pada mereka yang sering berada di ruangan dengan Air Conditioner (AC).

Ketua ASRI Urology Center RS Siloam ASRI, Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U.K., mengungkapkan bahwa kebiasaan kurang minum air putih bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

“Semakin orang itu berisiko mengalami dehidrasi, maka risiko batunya makin tinggi,” kata Prof. Nur Rasyid dalam wawancara di Jakarta Selatan, Rabu, 26/2/2025.

Baca juga: Dokter Ingatkan Pentingnya Pemeriksaan Dini Organ di Rongga Perut, Hindari Batu Ginjal hingga Tumor

“Jadi kalau Anda bekerja di ruangan ber- AC, malas minum kan kering. Itu juga berisiko, bukan hanya yang bekerja di luar ruangan dan kepanasan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan bahwa di ruangan ber- AC, tubuh tetap mengalami kehilangan cairan, tetapi karena udara dingin, rasa haus menjadi berkurang.

Akibatnya, asupan cairan harian sering kali tidak terpenuhi.

batu ginjal (KOMPAS.com)

AC itu menyebabkan tubuh lebih kering. Karena dingin, kita tidak merasa haus, akhirnya kurang minum. Kalau kurang minum, urine jadi pekat, dan itu yang menyebabkan terbentuknya batu ginjal,” jelasnya.

Menurut Prof. Nur Rasyid, kelompok usia produktif, yakni mereka yang aktif bekerja hingga usia 40-50 tahun, menjadi yang paling rentan terkena batu ginjal.

Sebaliknya, pada usia pensiun, risiko ini justru cenderung menurun karena pola hidup yang lebih santai dan asupan cairan lebih teratur.

 “Biasanya yang kena batu itu orang-orang yang aktif bekerja usia 40-50 tahun. Kalau sudah pensiun dan lebih banyak di rumah, malah jarang terkena,” katanya.

Untuk mencegah batu ginjal, ia menyarankan agar masyarakat membiasakan diri minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap hari.

 

“Kepekatan urine di dalam ginjal itu faktor utama. Makanya, pencegahan nomor satu adalah minum cukup sehingga produksi urine mencapai 2-2,5 liter per hari,” pungkasnya.



 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini