Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu mitos paling umum yang beredar di masyarakat adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV) bisa menular melalui kontak biasa seperti berjabat tangan, berbagi makanan, atau menggunakan toilet yang sama.
Benarkah demikian?
Baca juga: Bayi Lahir dari Ibu dengan HIV, Apakah Pasti Tertular Virus yang Sama?
Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr. Retty Kharisma Sari, Sp.PD dari RSUP Dr. Kariadi, anggapan tersebut adalah mitos belaka.
HIV tidak semudah itu menular dari satu orang ke orang lain.
“HIV tidak menular melalui jabat tangan, berbagi makan, atau menggunakan toilet yang sama. Karena HIV itu penularannya butuh jumlah yang cukup,” ungkap dr. Reti pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan, Senin (7/7/2025).
Baca juga: Dokter Minta Pasien yang Hasil Tesnya Reaktif HIV Segera Lakukan Terapi ARV
Virus HIV hanya bisa ditularkan melalui empat cairan tubuh, yakni darah, cairan semen, cairan vagina, dan air susu ibu.
Ludah, keringat, air mata, dan urine tidak cukup untuk menularkan virus ini.
Bahkan droplet dari batuk atau bersin pun tidak akan menularkan HIV.
"Tidak, kalau droplet itu virus TBC, virus yang lain. Setiap virus itu punya siklus hidup dan penularan yang berbeda-beda. Kalau HIV memang 4 cairan tadi," imbuhnya.
Sayangnya, ketidaktahuan ini membuat banyak penderita HIV mendapatkan perlakuan diskriminatif, baik di tempat kerja, sekolah, bahkan layanan kesehatan.
Padahal, risiko penularan sangat bisa ditekan jika pasien rutin menjalani terapi antiretroviral (ARV).
Masyarakat perlu tahu bahwa HIV tidak bisa menyebar hanya karena duduk bersebelahan atau berbagi alat makan.
Meluruskan mitos ini adalah langkah awal untuk mengakhiri diskriminasi terhadap penderita HIV.
Baca tanpa iklan