Dengan jumlah sel telur yang banyak, peluang pembuahan meningkat, meskipun ada risiko kehamilan kembar.
Meskipun prosedur medisnya singkat, keberhasilan IUI juga dipengaruhi oleh kondisi mental dan kesiapan pasangan, terutama wanita.
“Kalau stress, baik fisik, pikiran, hati yang berlebihan itu akan meningkatkan prostaglandin, dan itu memicu kontraksi. Kalau rahim kontraksi, sperma bisa keluar lagi,” ujarnya.
Untuk itu, dr. Soffin selalu menyarankan pasien agar tetap tenang dan percaya diri sepanjang proses.
Terlebih, IUI bukan hanya soal tindakan medis, tapi juga soal harapan dan ketulusan dalam ikhtiar memiliki buah hati.
Baca tanpa iklan