News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Balita Tewas karena Cacingan Akut

Cacingan yang Tak Diobati Bisa Menyerang Paru-paru, Sebabkan Gagal Nafas

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CEGAH CACINGAN - Ilustrasi anak cacingan. Seorang bocah di Sukabumi, Raya meninggal akibat infeksi berat yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Berikut ini gejala anak cacingan dan cara mencegah dan mengobatinya.

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Jangan sepelekan penyakit cacingan.

Cacingan bisa memicu gejala berat. Jika tidak diobati bisa menyerang organ lain seperti paru-paru.

Cacing yang tertelan manusia bisa berkembang biak dan hidup di tubuh.

Baca juga: Balita Meninggal di Sukabumi Akibat Cacingan, Menteri PPPA:  Sangat Memilukan Penderitaannya 

Cacing gelang bisa bertelur dan memperbanyak diri di dalam usus.

Walaupun hidup di salur cerna, cacing bisa menembus atau mengalir ke paru-paru.

"Akibat buruk dari penyakit akibat cacing (kecacingan) adalah paru-paru," kata Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Yoga Aditama kepada wartawan, Kamis (21/9/2025).

Ia mengatakan, saat cacing sudah berada di paru-paru maka gejalanya bisa berupa batuk, sesak napas, suara mengi.

Baca juga: Ramai Balita di Sukabumi Meninggal Imbas Infeksi Cacing, Ini Dampak Penyakit Cacingan jika Dibiarkan

Jika terlampau berat maka terjadi nyeri dada, batuk darah, batuk keluar cacing.

"Cacing di paru-paru bisa menimbulkan penyakit yang lebih berat, antara lain dalam bentuk pneumonia, cairan di paru (efusi pleura), paru yang kolaps (pneumotoraks) dan bahkan gagal napas dalam bentuk ARDS," jelas Prof Tjandra.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan dalam kondisi tersebut adalah dengan pemeriksaan dahak, bronkoskopi dengan tehnik “Bronchoalveolar Lavage (BAL)” dan tentunya pemeriksaan radiologi dalam bentuk ronsen toraks dan atau pemerikaan CT scans.

Pengobatannya adalah dengan obat antihelmintik, seperti  albendazole, mebendazole, dan atau ivermectin, tentu selain pengobatan simtomatik dan suportif lainnya. 

Cacing Gelang Bisa Tumbuh Besar

Cacing gelang Ophidascaris robertsi – yang biasanya menjadi inang ular piton karpet – dikeluarkan dari tubuh pasien setelah operasi otak – dalam keadaan hidup dan menggeliat. Larva cacing tersebut juga diduga telah menginfeksi organ lain di tubuh wanita tersebut, termasuk paru-paru dan hatinya. (ANU)

Cacing gelang merupakan cacing yang bisa tumbuh paling besar di tubuh manusia. 

Cacing ini bisa dikenali dengan mata biasa karena ukuran berkisar antara 10-35 cm.

Infeksi cacing gelang, ini sangat erat dengan kebiasaan defekasi (buang air besar/BAB) sembarangan, tidak mencuci tangan sebelum makan dan bermain/bekerja di tanah tanpa pakai alas kaki.

Pencegahan yang dilakukan dengan menjaga kebersihan perorangan (BAB di tempatnya, mencuci bersih makanan, memasak makanan, mencuci tangan, memotong kuku) dan menjaga kebersihan lingkungan (membuat jamban, sumber air bersih).

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini