News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tidak Operasi Katarak Bisa Percepat Kematian, Begini Penjelasan Dokter

Penulis: M Alivio Mubarak Junior
Editor: willy Widianto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OPERASI KATARAK - Tim dokter sedang melakukan proses operasi mata katarak terhadap pasien di rumah sakit yang berada di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, Minggu (28/9/2025).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mata katarak harus segera dioperasi menurut Ketua PERDAMI (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia) Bekasi, dr. Irsad Sadri, Spm.

Baca juga: Mata Katarak Bisa Terjadi di Bawah Usia 50 Tahun, Dokter Sebut Diabetes dan Rokok Jadi Pemicu

Katarak adalah penyakit ketika lensa mata menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya, katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu.

Apabila katarak dibiarkan bisa mempercepat kematian. "Mereka dioperasi katarak. Yang tidak dioperasi katarak meninggal lebih awal​ 2,6 persen," kata dr Irsad di RS Primaya Bekasi, Jawa Barat, Senin(29/9/2025).

"Katarak itu penyebab kebutaan yang bisa kita lakukan intervensi. Mereka kalau dilakukan operasi bisa sembuh seperti kita lagi," lanjutnya.

Ia menilai banyak layanan gratis dari rumah sakit, baik melalui bakti sosial maupun mengandalkan BPJS Kesehatan karena gratis. Penyebab mata katarak umumnya disebabkan oleh faktor usia.

Baca juga: 1.500 Warga Ternate Maluku Utara Dapat Layanan Kesehatan Gratis, Skrining TBC hingga Operasi Katarak

Rata-rata pasien katarak berusia di atas 65 tahun. Namun, katarak juga bisa menyerang orang di bawah usia 50 tahun, terutama karena kebiasaan merokok atau memiliki penyakit diabetes.

"Ya, itu faktor gaya hidup juga. Jadi katarak dipercepat oleh kondisi seperti penyakit gula darah, diabetes. Ya kan, gaya hidup," ujar dr. Irsad.

Namun, ia memastikan bahwa usia tua memang menjadi faktor pasti seseorang terkena katarak. Gaya hidup buruk, diabetes, serta paparan sinar matahari dapat mempercepat terjadinya katarak.

Biasanya orang yang bekerja di luar ruangan lebih berisiko terkena katarak karena paparan sinar matahari. "Anak-anak muda sekarang umur 50 sudah diabetes. Padahal katarak itu 65 tahun ke atas. Sekarang di bawah 50 ada," ujar Dokter Irsad.

"Jadi gaya hidup. Jadi yang mempercepat itu adalah gula darah, merokok, terpapar sinar matahari. Kalau usia itu semuanya ya. Jadi bapak-bapak kalau umurnya panjang terancam untuk katarak," lanjutnya.

Baca juga: Perusahaan Jamu ini Kembali Gelar Operasi Katarak Gratis bagi 200 Pasien di Indramayu

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini