Dicky menilai, pemerintah harus menguatkan surveilans One Health agar deteksi dini bisa dilakukan sebelum muncul kasus pada manusia.
Pengawasan tak hanya di laboratorium, tapi juga di lapangan, dari peternak, pasar hewan, hingga tenaga medis hewan.
“Jangan menunggu ada penyakit baru lahir di Indonesia. Edukasi, literasi, dan surveilans harus dilakukan sekarang,” tegasnya.
Hindari Panik, Perkuat Komunikasi Risiko
Dicky menekankan pentingnya komunikasi risiko yang rasional dan bertanggung jawab, terutama di tengah arus informasi global yang cepat.
Banyak media luar yang menyebut angka paparan tinggi hingga 74 persen di satu wilayah, namun data tersebut belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak pada kepanikan yang dibentuk oleh narasi sensasional.
“IDV jelas ancaman zoonosis potensial, tapi belum menjadi virus manusia yang menyebabkan pandemi. Yang harus kita lakukan sekarang adalah meningkatkan pengawasan, memperkuat riset, dan melindungi kelompok berisiko,” pungkas Dicky.
Baca tanpa iklan