News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tanda-tanda Tulang Rapuh pada Anak sekaligus Penyebabnya

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI ANAK BERMAIN.

Pemeriksaan rontgen tangan bisa membantu dokter menilai apakah pertumbuhan tulang masih berjalan normal.

Pada pemeriksaan tersebut, terlihat bagian growth plate atau lampeng pertumbuhan, yaitu area yang menandai apakah tulang masih bisa tumbuh. 

Bila growth plate sudah menutup, artinya pertumbuhan tinggi badan anak akan berhenti. 

Namun, kepadatan tulang tetap harus dijaga agar tidak rapuh.

“Anak akan masih bisa tumbuh kalau lampeng pertumbuhannya masih terbuka. Kalau sudah menutup, tidak akan nampak tinggi lagi,” ujarnya.

Selain faktor nutrisi, dr. Frieda menyoroti peran penyakit kronis pada anak yang kini makin banyak ditemukan. 

Anak dengan penyakit kronik, seperti kelainan ginjal atau penggunaan obat steroid jangka panjang, lebih berisiko mengalami tulang rapuh karena metabolisme kalsium terganggu.

Ia juga menekankan pentingnya aktivitas fisik untuk memperkuat tulang. 

Tekanan mekanis dari olahraga membantu merangsang pembentukan tulang baru dan menjaga keseimbangan antara proses pembentukan dan penguraian tulang.

Sayangnya, di era digital, anak-anak lebih banyak duduk diam di depan gawai. Akibatnya, tubuh jarang mendapatkan stimulasi alami untuk memperkuat tulang.

“Kalau anak jarang bergerak, asupan gizi kurang, dan jarang kena matahari, maka pembentukan tulangnya tidak optimal,” jelas dr. Frieda.

Selain itu, tanda tulang rapuh bisa disertai keterlambatan pubertas. 

Hal ini karena hormon estrogen dan testosteron yang berperan dalam pembentukan tulang juga berpengaruh terhadap kematangan seksual.

Para ahli menegaskan, bila tanda-tanda tersebut muncul, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter anak atau spesialis endokrinologi anak. 

Pemeriksaan dini penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang, termasuk risiko patah tulang di usia muda.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini