News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tumor Payudara dan Kista Sering Dianggap Kanker, Begini Penjelasan Dokter

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BEDA KISTA DAN TUMOR PAYUDARA - Dokter Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Depok, dr. Feyona Heliani Subrata, Sp.B, menyampaikan edukasi tentang kanker payudara kepada media briefing di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidak semua benjolan di payudara adalah kanker.  Namun, setiap benjolan yang muncul di payudara tetap perlu diwaspadai dan diperiksa oleh tenaga medis untuk memastikan apakah itu kista, tumor, atau kanker payudara.

Spesialis Bedah Umum dari Eka Hospital Depok, dr. Feyona Heliani Subrata, Sp.B, mengatakan, masyarakat sering kali salah mengartikan setiap benjolan sebagai tanda kanker, padahal karakteristik ketiganya berbeda.

*Kista dan tumor, apa bedanya?*

“Kalau tumor itu biasanya benjolan isinya jaringan padat. Kalau kista, benjolan isinya cairan, itu yang membedakan. Nah, kista itu biasanya 90 persen jinak,” ujar dr. Feyona pada media briefing di Jakarta Selatan, Selasa (28/10/2025). 

Perbedaan utama keduanya terletak pada isi benjolan. Tumor merupakan pertumbuhan jaringan padat yang bisa bersifat jinak atau ganas.

Sementara kista umumnya berupa kantung berisi cairan yang cenderung jinak.

Namun, secara klinis sulit membedakan hanya dengan diraba. Karena itu, pemeriksaan medis sangat diperlukan untuk memastikan sifat benjolan tersebut.

Belum Ada Obat untuk Mengecilkan Kista atau Tumor

Mitos yang sering beredar adalah adanya obat atau ramuan herbal untuk mengecilkan benjolan di payudara. 

Padahal, menurut dr. Feyona, tidak ada pengobatan medis yang dapat menghilangkan kista atau tumor tanpa tindakan langsung.

“Tumor atau kista itu kita enggak ada obatnya kecuali diambil, terapinya adalah diambil, enggak ada obat buat ngecilin kista, enggak ada obat buat ngecilin tumor,” tegasnya.

Tindakan ini bisa berupa operasi kecil atau biopsi jarum halus tergantung ukuran dan hasil pemeriksaan awal.

Pemeriksaan FNAB

Untuk memastikan apakah benjolan jinak atau ganas, dokter biasanya melakukan pemeriksaan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy). 

Prosedur ini menggunakan jarum berukuran kecil untuk mengambil sampel cairan atau jaringan dari benjolan.

“Jadi kita pakai USG, terus kita ambil jarum yang ukurannya besar, kita aspirasi, jadi kita ambil tuh cairannya. Nah, baru kita periksa ke lab patologi anatomi buat tahu ini mengandung sel jinak atau ganas,” jelas dr. Feyona.

Baca juga: Konsumsi Ayam Broiler Secara Berlebihan Bisa Sebabkan Mikropenis dan Pertumbuhan Kista

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini