TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Selama ini, banyak orang menganggap varises hanya masalah penampilan.
Padahal, penyakit pembuluh vena ini bisa menjadi penanda adanya risiko gangguan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Cukup ‘Dilem’, Varises Bisa Ditutup Tanpa Operasi: Teknologi Medis Ini Sedang Ramai Dibahas
“Pasien dengan varises memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan aliran darah, pembekuan darah, bahkan varises bisa menjadi prediktor penyakit jantung,” ujar Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, Founder Jakarta Varices Clinic, saat acara Phlebology Course 2025 dan peluncuran buku Phlebology: Diagnosis dan Terapi Varises di Jakarta akhir pekan lalu.
Sebuah studi di Korsel menemukan terjadinya peningkatan risiko gagal jantung yang signifikan pada pasien varises di populasi umum
Menurut dr. Vito, jika tidak ditangani dengan serius, varises dapat menimbulkan komplikasi yang berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Bukan Hanya Orang Tua, Anak Muda Juga Bisa Terkena Varises, Ini Penyebabnya
“Penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan multidisiplin,” tegasnya.
Sayangnya, banyak kasus underdiagnosed karena pasien maupun tenaga medis sering menganggap varises sepele.
Seringkali pasien datang ketika varises sudah menganggu penampilan sudah terlihat.
Padahal urat varises kecil bisa menjadi tanda adanya gangguan pembuluh darah yang lebih besar—hal ini sering tidak disadari.
Menurut dr. Vito, pendekatan medis yang tepat dapat mencegah komplikasi serius, termasuk trombosis vena dalam, pembekuan darah, hingga penurunan kualitas hidup akibat nyeri, bengkak, dan gangguan mobilitas.
Sebagai spesialis jantung dan pembuluh darah dengan sertifikasi phlebology Eropa, dr. Vito mengembangkan konsep Wellness Phlebology, sebuah pendekatan integratif yang menempatkan varises sebagai bagian dari sistem kardiovaskular utuh.
Konsep ini menggabungkan diagnosis presisi untuk mendeteksi gangguan aliran darah lebih awal; terapi minimal invasif berbasis teknologi, termasuk skleroterapi dan ablasi endovena; pola hidup sehat, termasuk manajemen berat badan, olahraga, dan nutrisi seimbang.
Juga kolaborasi tim dokter multidisiplin, termasuk dokter jantung, spesialis vena, dermatolog, dan ahli rehabilitasi.
“Tujuannya adalah agar penanganan varises tidak hanya kosmetik, tapi juga menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah secara keseluruhan,” ujar dr. Vito.
Baca tanpa iklan