News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pneumonia Anak Meningkat, Ini Penyebab Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai Orangtua

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI ANAK SAKIT -Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita di negara berkembang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Pneumonia masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada balita di negara berkembang. 

Penyebab penyakit ini tidak lagi terbatas pada bakteri, namun juga banyak disebabkan oleh virus, yang penularannya jauh lebih cepat dan mudah.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K), menjelaskan bahwa virus kini menjadi salah satu pemicu utama kasus pneumonia pada anak.

Baca juga: Dokter Spesialis Paru: Udara Bersih dan Iklim Sehat, Dua Kunci Cegah Pneumonia

“Saat ini banyak penyebab pneumonia pada anak itu adalah di antaranya influenza, kemudian RSV atau respiratory syncytial, semuanya itu bisa menyebabkan peradangan pada paru,” jelasnya pada media briefing virtual, Jumat (21/11/2025). 

Ia menambahkan bahwa virus memiliki tantangan tersendiri karena lebih mudah menular. 

Penularan bisa terjadi dari batuk, bersin, berbicara keras, hingga melalui benda-benda yang terkontaminasi cairan pernapasan.

Di negara tetangga, outbreak influenza bahkan sempat membuat sekolah-sekolah ditutup sementara karena tingginya kasus penularan pada anak-anak.

Penyebab Berbeda pada Setiap Usia Anak

Pneumonia bisa menyerang semua kelompok usia anak. 

Beberapa bakteri seperti pneumococcus dapat ditemukan pada usia berapa pun, sementara virus seperti influenza dan RSV juga banyak menyerang anak-anak di bawah lima tahun. 

Variasi penyebab ini yang membuat deteksi dini sangat penting untuk dilakukan oleh orangtua.

Bukan hanya faktor infeksi, kondisi kesehatan anak juga turut memengaruhi risiko pneumonia. 

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia Dilaporkan Terpapar Pneumonia, Komisi IX DPR Minta Perketat Protokol Kesehatan

Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, imunisasi tidak lengkap, berat lahir rendah, gizi buruk, atau lahir prematur memiliki risiko lebih tinggi.

Sedangkan faktor lingkungan seperti polusi udara, asap rokok, baik rokok tradisional maupun rokok elektrik (vape), serta tinggal di lingkungan padat penduduk juga meningkatkan peluang penyebaran infeksi.

Bagaimana Orangtua Mengenali Gejala Awal?

Pneumonia sering diawali gejala mirip selesma atau ISPA yaitu batuk, pilek, dan demam. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini