Ringkasan Berita:
- Gatam Institute bersama Eka Hospital menuntaskan 100 operasi Total Knee Replacement dengan teknologi robotik Velys hanya dalam 1,5 tahun
- Seluruh tindakan mencatat nol persen infeksi dan nol persen mortalitas, menegaskan mutu layanan ortopedi berstandar internasional
- Capaian ini memperkuat posisi Indonesia dalam adopsi teknologi bedah presisi tanpa perlu berobat ke luar negeri.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gatam Institute bersama Eka Hospital kembali menorehkan pencapaian penting di dunia pelayanan kesehatan Indonesia.
Dalam kurun waktu 15 bulan, rumah sakit ini berhasil menyelesaikan 100 tindakan operasi Total Knee Replacement (TKR) menggunakan teknologi robotik Velys, dengan hasil yang sangat impresif nol persen infeksi dan nol persen mortalitas.
Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Eka Hospital dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional berbasis teknologi mutakhir, khususnya di bidang ortopedi.
Keberhasilan tersebut menjadikan Eka Hospital sejajar dengan pusat-pusat layanan ortopedi terkemuka dunia, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan bedah presisi yang dikembangkan melalui Gatam Institute.
Tidak hanya menjadi pencapaian klinis, hasil ini juga menandai kemajuan signifikan dunia medis Indonesia dalam pemanfaatan teknologi robotik untuk tindakan operasi kompleks.
CEO Eka Hospital Group, drg. Rina Setiawati, mengatakan bahwa keberhasilan menyelesaikan 100 kasus operasi TKR dengan teknologi robotik merupakan tonggak penting bagi institusi yang dipimpinnya.
Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti konsistensi penerapan teknologi canggih yang dibarengi sistem pelayanan medis yang matang.
Baca juga: Kondisi Terbaru Rehan setelah Operasi Lutut Kiri, Proses Pemulihan Cedera Berjalan Sesuai Harapan
“Pencapaian 100 kasus ini bukanlah akhir, melainkan pondasi untuk layanan ortopedi yang semakin unggul dan berkelas dunia. Ini menunjukkan kesiapan sistem, kompetensi tim medis, serta penerapan protokol keselamatan pasien yang ketat,” ujar Rina saat konferensi pers, Senin(29/12/2025).
Senada dengan itu, Chairman Gatam Institute, Dr. dr. Luthfi Gatam, SpOT(K) Spine, menjelaskan bahwa keberhasilan tanpa infeksi dan tanpa mortalitas tersebut merupakan hasil integrasi antara teknologi, keahlian tenaga medis, serta sistem pengendalian mutu yang ketat.
“Capaian nol persen infeksi dan mortalitas bukan sekadar angka. Ini mencerminkan kolaborasi kuat antara teknologi robotik, kompetensi dokter, protokol keselamatan pasien, serta sistem kendali mutu yang berjalan optimal dibawah Gatam Institute,” jelasnya.
Keberhasilan tersebut juga berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat. Saat ini, Eka Hospital mencatat peningkatan jumlah pasien rujukan dari berbagai daerah di Indonesia yang mencari layanan ortopedi dengan teknologi canggih serta rekam jejak keselamatan yang baik.
Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan layanan medis, Eka Hospital menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang memiliki dua robot bedah, masing-masing untuk operasi tulang belakang dan penggantian sendi lutut.
Teknologi ini memungkinkan tindakan bedah dilakukan dengan tingkat presisi yang lebih tinggi, minim trauma jaringan, serta mempercepat proses pemulihan pasien.
Adapun tim dokter yang menangani tindakan operasi Total Knee Replacement (TKR) antara lain dr. Ricky Hutapea, SpOT(K) Hip & Knee, dr. Jamot Silitonga, SpOT(K) Hip & Knee, serta dr. Muhammad Budimansyah, SpOT(K) Hip & Knee.
Dr. Ricky Hutapea menjelaskan bahwa penggunaan teknologi Velys Robotic-Assisted Total Knee Replacement memberikan akurasi yang lebih baik dalam pemasangan implan, sehingga hasil operasi menjadi lebih optimal.
“Teknologi ini membantu dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi tinggi, sehingga pemulihan pasien lebih cepat dan hasil operasi lebih optimal,” ungkapnya.
Dengan hadirnya layanan operasi lutut berbasis robotik ini, Indonesia kini sejajar dengan negara-negara lain di kawasan yang lebih dulu mengadopsi teknologi serupa. Masyarakat pun tidak lagi harus berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan operasi lutut berteknologi tinggi.
Ke depan, Eka Hospital menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat posisi sebagai pusat rujukan ortopedi nasional dan Asia Tenggara.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan pelayanan subspesialis, kolaborasi internasional, serta perluasan akses masyarakat terhadap teknologi medis terkini.
Selain itu, Eka Hospital juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelayanan kesehatan di dalam negeri kini telah memiliki kualitas setara, bahkan mampu bersaing dengan rumah sakit luar negeri, baik dari sisi teknologi, kompetensi dokter, maupun keselamatan pasien.
Baca tanpa iklan