News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Waspada Luka Diabetes, Kesalahan Perawatan Ini Picu Infeksi hingga Amputasi

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENDERITA DIABETES - Luka kecil di kaki sering dianggap sepele oleh penderita diabetes. Padahal, kesalahan perawatan bisa membuat luka memburuk, terinfeksi, hingga berisiko amputasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Luka kecil di kaki sering dianggap sepele oleh penderita diabetes.

Padahal, kesalahan perawatan bisa membuat luka memburuk, terinfeksi, hingga berisiko amputasi.

Spesialis Bedah Vaskular Eka Hospital Depok, dr. Tom Christy Adriani, Sp.B, Subsp. BVE(K), menjelaskan luka diabetes atau diabetic foot ulcer merupakan komplikasi serius akibat gula darah tak terkontrol, gangguan saraf, dan aliran darah yang buruk.

“Kondisi ini sering tidak disadari karena penderita tidak merasakan nyeri. Jika salah penanganan, luka bisa berkembang cepat dan berbahaya,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

Gula darah tinggi menghambat regenerasi jaringan dan menurunkan daya tahan tubuh. 

Neuropati membuat luka kecil tidak terasa, sementara gangguan sirkulasi dan infeksi memperparah kondisi luka.

Baca juga: Penderita Diabetes di Indonesia Tinggi, Studi Terbaru Ungkap Manfaat Penggunaan Insulin IDegAsp

DO: Perawatan yang Harus Dilakukan

Penderita diabetes wajib mengontrol gula darah dengan obat, pola makan sehat, dan aktivitas fisik teratur.

Luka harus dibersihkan rutin menggunakan cairan steril agar bebas kotoran dan bakteri.

Jika disarankan dokter, debridement perlu dilakukan untuk mengangkat jaringan mati.

Perawatan modern seperti balutan khusus, NPWT, atau terapi oksigen hiperbarik juga bisa digunakan sesuai kondisi.

Tekanan pada area luka, terutama telapak kaki, harus dikurangi dengan alas kaki khusus.

DON’T: Kesalahan yang Harus Dihindari

Jangan mengabaikan luka sekecil apa pun meski tidak nyeri. Hindari membersihkan luka dengan bahan non-steril dan jangan menggunakan antibiotik tanpa resep dokter.

Segera periksa ke tenaga medis jika muncul tanda infeksi seperti kemerahan, bau tidak sedap, nyeri, atau cairan berlebih.

Pemeriksaan kaki setiap hari, menjaga kebersihan, memakai alas kaki yang nyaman, serta konsultasi cepat saat ada luka menjadi kunci pencegahan.

“Penanganan luka diabetes harus menyeluruh dan aman agar risiko infeksi berat dan amputasi bisa ditekan,” tutup dr. Tom.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini