Ringkasan Berita:
- Antioksidan dibutuhkan untuk membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat paparan polusi, asap rokok, sinar ultraviolet, hingga proses metabolisme alami
- Rempah-rempah terbuat dari tanaman yang kaya akan antioksidan secara alami
- Selama ini, pala dikenal sebagai salah satu rempah mengandung antioksidan. Namun, ada beberapa rempah lain yang justri memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rempah-rempah bukan sekadar penambah aroma dan rasa dalam masakan.
Di balik ukurannya yang kecil, rempah menyimpan senyawa bioaktif yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama antioksidan.
Antioksidan dibutuhkan untuk membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat paparan polusi, asap rokok, sinar ultraviolet, hingga proses metabolisme alami.
Selama ini, pala dikenal sebagai salah satu rempah kaya manfaat.
Namun dilansir dari Health, menurut ahli diet dan penulis kesehatan Merve Ceylan, ada sejumlah rempah lain yang justru memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi.
“Rempah-rempah terbuat dari tanaman yang kaya akan antioksidan secara alami," ungkapnya dikutip dari Health, Jumat (9/1/2026).
Pernyataan tersebut menjadi dasar mengapa penggunaan rempah secara rutin, dalam jumlah wajar, dapat menjadi bagian dari pola makan sehat sehari-hari.
1. Cengkeh, Rempah Kecil dengan Kekuatan Besar
Di antara berbagai jenis rempah, cengkeh menempati posisi teratas dalam hal kapasitas antioksidan.
Rempah yang berasal dari kuncup bunga kering ini memiliki kapasitas antioksidan sekitar 270 milimol per 100 gram, tertinggi dibandingkan rempah lainnya.
Cengkeh kerap digunakan dalam makanan panggang, hidangan gurih, hingga minuman hangat seperti teh.
Selain aromanya yang kuat, cengkeh juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
2. Allspice, Bukan Campuran tapi Kaya Senyawa Aktif
Meski namanya terdengar seperti campuran berbagai rempah, allspice berasal dari satu jenis buah beri kering.
Kapasitas antioksidannya berada di kisaran 100–134 milimol per 100 gram, lebih tinggi dibanding pala.
Rasanya yang menyerupai perpaduan kayu manis, cengkeh, dan pala membuat allspice sering digunakan dalam kue, minuman hangat, hingga masakan berbumbu kuat.
3. Daun Mint, Segar dan Tinggi Antioksidan
Daun mint dikenal dengan sensasi segar dan dingin di mulut. Namun di balik itu, daun dari tanaman Mentha ini memiliki kapasitas antioksidan sekitar 60–116 milimol per 100 gram.
Mint kerap ditambahkan ke salad, yogurt, smoothie, hingga teh herbal.
Selain menyegarkan napas, kandungan antioksidannya turut mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
3. Oregano, Rempah Mediterania yang Kaya Manfaat
Oregano bukan hanya populer dalam masakan Italia seperti pizza dan pasta, tetapi juga dikenal kaya antioksidan.
Kapasitas antioksidannya berada di kisaran 63–84 milimol per 100 gram.
Rasanya yang kuat dan sedikit pahit membuat oregano sering digunakan dalam sup, saus, semur, hingga diseduh sebagai teh herbal.
4. Kayu Manis, Hangat dan Menyehatkan
Kayu manis berasal dari kulit bagian dalam pohon tertentu dan memiliki kapasitas antioksidan sekitar 77 milimol per 100 gram.
Rempah ini umum digunakan dalam makanan panggang, oatmeal, yogurt, minuman hangat, hingga sup.
Rasa manis dan hangatnya membuat kayu manis mudah dipadukan dalam berbagai menu harian.
5. Antioksidan Tak Hanya Soal Angka
Meski kapasitas antioksidan sering diukur dalam angka laboratorium, penyerapan senyawa ini dalam tubuh dipengaruhi banyak faktor.
Cara memasak, kombinasi makanan, hingga kondisi kesehatan pencernaan ikut menentukan seberapa optimal antioksidan dapat dimanfaatkan tubuh.
Namun, menambahkan berbagai jenis rempah ke dalam masakan tetap dinilai sebagai langkah sederhana untuk meningkatkan asupan antioksidan secara keseluruhan.
Simpan dengan Benar agar Manfaat Tetap Terjaga
Agar rempah tidak kehilangan aroma, rasa, dan kandungan aktifnya, penyimpanan menjadi kunci.
Rempah sebaiknya disimpan dalam wadah kedap udara, dijauhkan dari panas, sinar matahari langsung, dan kelembapan.
Rempah utuh dianjurkan karena lebih tahan lama dibanding bentuk bubuk.
Jika disimpan dengan benar, rempah bisa bertahan hingga dua tahun atau lebih.
Pada akhirnya, rempah-rempah bukan sekadar pelengkap dapur.
Di balik penggunaannya yang sederhana, tersimpan potensi besar untuk mendukung gaya hidup sehat secara alami, bahkan melampaui pala yang selama ini lebih dulu dikenal.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Baca tanpa iklan