News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jantung Berdebar Saat Ketemu Mantan Itu Normal, Tapi Kapan Harus Khawatir? Ini Penjelasan Dokter

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI PENYAKIT JANTUNG - Ilustrasi penyakit jantung diambil dari Freepik Selasa (19/8/2025). Kebiasaan sarapan yang salah justru bisa memberikan dampak buruk termasuk merusak kesehatan jantung, simak ini penjelasan dokter.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pernah merasa jantung tiba-tiba berdebar saat gugup, kaget, atau bahkan ketika bertemu seseorang dari masa lalu? Bertemu mantan misalnya.

Bagi banyak orang, kondisi ini dianggap biasa. Namun di balik sensasi yang tampak sepele itu, ada batas tipis antara reaksi normal tubuh dan tanda gangguan irama jantung yang berbahaya.

Dokter spesialis penyakit dalam sekaligus spesialis jantung dan pembuluh darah dengan keahlian elektrofisiologi dan aritmia, dr. Evan Jim Gunawan, Sp.PD, Sp.JP(K), CCDS, menjelaskan bahwa denyut nadi yang kita rasakan sehari-hari sebenarnya berasal dari aktivitas jantung.

Namun, dalam kondisi tertentu, irama jantung bisa terganggu secara tiba-tiba, dan dampaknya bisa sangat cepat.

Baca juga: Dokter Indonesia Tak Kalah dari Luar Negeri, Ahli Jantung Ungkap Tantangan Layanan Jantung di RI

“Kalau pasien itu tiba-tiba ada gangguan irama yang berbahaya, denyutan jantung seperti itu, langsung hilang,” jelas dr. Evan dalam acara talkshow Siloam Cardiac Summit 2026 di hotel Fairmont Jakarta Pusat, Senin (27/4/2026). 

Ia menambahkan, kondisi ini bisa terjadi hanya dalam hitungan detik dan membuat seseorang kehilangan kesadaran secara mendadak.

Debar Jantung: Antara Normal dan Berbahaya

Dalam kehidupan sehari-hari, jantung berdebar sebenarnya bukan hal yang selalu perlu dikhawatirkan.

Respons ini bisa muncul saat tubuh bereaksi terhadap situasi tertentu, seperti rasa takut, stres, atau bahkan momen emosional seperti bertemu pasangan atau mantan.

Namun, penting untuk memahami kapan debaran tersebut masih dalam batas wajar.

Detak jantung normal umumnya berada di kisaran 60–100 kali per menit. Bahkan pada beberapa orang, detak di bawah itu masih bisa dianggap normal, tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Masalah muncul ketika debaran terjadi tanpa pemicu yang jelas atau terasa tidak teratur.

“Kalau berdebar-debar tidak normal, duduk, duduk, itu tidak normal. Atau berdebar tidak teraturan, itu tidak normal juga,” ujar dr. Evan.

Karena itu, masyarakat perlu lebih peka terhadap sinyal tubuh, agar tidak salah mengartikan kondisi yang sebenarnya perlu diwaspadai.

Kenali “Kucing” dan “Macan” dalam Tubuh

Dr. Evan mengibaratkan gangguan irama jantung seperti membedakan antara ancaman kecil dan besar.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini