TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur berbagai wilayah dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu banjir di sejumlah daerah. Di tengah genangan air yang kerap dijadikan arena bermain oleh anak-anak, tersimpan ancaman kesehatan serius yang sering kali luput dari perhatian orang tua.
Baca juga: Penanganan Darurat Banjr dan Longsor Sukabumi Diproyeksikan Selesai dalam 2 Pekan
Air banjir bukan sekadar air hujan yang menggenang, melainkan campuran limbah berbahaya yang dapat menjadi media penularan berbagai penyakit, terutama bagi anak-anak yang sistem imunnya belum matang dan perilakunya cenderung eksploratif.
Dokter Ahli Epidemiologi sekaligus Pakar Kesehatan Lingkungan, Dicky Budiman, menegaskan bahwa air banjir sama sekali tidak aman, khususnya bagi anak-anak. Secara epidemiologi, air banjir justru dikategorikan sebagai media penularan penyakit dengan tingkat risiko tinggi.
“Kalau bicara air banjir, itu bukan air hujan murni. Air banjir adalah air campuran. Dan air banjir itu tidak pernah aman,” ujar Dicky Budiman kepada Tribunnews, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, air banjir merupakan campuran dari limbah rumah tangga, aliran selokan, hingga kotoran manusia dan hewan. Kondisi tersebut membuat air banjir mengandung berbagai agen penyakit dan zat berbahaya yang dapat berdampak langsung pada kesehatan.
“Karena dia merupakan campuran dari limbah rumah tangga dan selokan. Ada tinja atau kotoran manusia dan hewan. Kemudian juga ada bakteri, ada virus, ada parasit, ada jamur,” jelasnya.
Kelompok Rentan
Menurut Dicky, anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap dampak buruk air banjir. Selain karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang optimal, anak juga memiliki perilaku yang cenderung aktif dan sulit membedakan mana yang aman dan berbahaya.
Anak-anak kerap bermain air banjir tanpa menyadari bahwa tangan, kaki, atau benda yang terkontaminasi dapat masuk ke mulut. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran cerna akut, termasuk diare.
Baca juga: Bukan Super Flu, Menkes Lebih Khawatir Penyakit Ini Menyebar di Pengungsian Korban Bencana
Tak hanya itu, paparan air banjir juga berisiko menimbulkan penyakit kulit dan infeksi jaringan lunak. Luka kecil yang terkena air banjir dapat menjadi pintu masuk bakteri dan berkembang menjadi infeksi serius bila tidak segera dibersihkan.
Air banjir juga sering mengandung parasit seperti cacing, larva, dan telur cacing yang dapat masuk ke dalam tubuh anak melalui air yang tertelan secara tidak sengaja saat bermain.
Risiko kesehatan lain yang perlu diwaspadai adalah penyakit zoonosis, salah satunya leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus. Penyakit ini kerap sulit terdeteksi pada anak karena gejalanya tidak spesifik dan sering menyerupai penyakit lain.
Selain itu, anak yang terlalu lama terpapar air banjir juga berisiko mengalami hipotermia, penurunan daya tahan tubuh, hingga infeksi saluran pernapasan akut seperti pneumonia.
Baca tanpa iklan