News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Temuan Tes Kesehatan Gratis: 1 dari 3 Orang Dewasa Mengalami Obesitas Sentral

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LEDAKAN KASUS OBESITAS - Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Maria Endang Sumiwi mengungkapkan satu dari tiga orang dewasa yang mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 mengalami obesitas sentral.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2025 menunjukkan tantangan besar pada kesehatan kelompok usia dewasa di Indonesia. 

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan satu dari tiga orang dewasa yang mengikuti CKG mengalami obesitas sentral.

Kasus obeitas berisiko tinggi memicu terjadinya penyakit jantung dan gangguan kronis lainnya.

“Satu dari tiga usia dewasa yang mengikuti CKG itu obesitas sentral yaitu kita ukur lingkar perut ya Pak Ibu, obesitas sentral punya resiko tinggi untuk penyakit jantung dan seterusnya,” ujar Maria Endang pada konferensi pers virtual Capaian dan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Serta Rencana CKG 2026, Jumat (23/1/2026).

Ia menegaskan, pencegahan obesitas sentral dapat dilakukan dengan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik rutin. Sementara penanganannya membutuhkan aktivitas fisik yang terprogram untuk membantu menurunkan berat badan secara bertahap.

Jutaan Orang Mengalami Tekanan Darah di Atas Normal

Selain obesitas sentral, CKG 2025 juga menemukan masalah tekanan darah pada kelompok usia dewasa. 

Tercatat sekitar 7 juta orang dewasa memiliki tekanan darah di atas normal, baik dalam kategori prehipertensi maupun hipertensi.

Baca juga: Ledakan Kasus Obesitas: Indonesia Masuki Fase Darurat Pola Hidup Tidak Sehat

Maria Endang menyebut hipertensi sebagai silent killer karena dapat memicu penyakit jantung dan stroke apabila tidak dikendalikan dengan baik. Ia mengingatkan pentingnya kepatuhan minum obat sesuai anjuran dokter.

“Kalau sudah hipertensi karena ini yang disebut silent killer, nanti bisa menyebabkan jantung, bisa menyebabkan stroke maka sesuai dengan yang diberikan oleh dokter obatnya harus segera diminum,” katanya.

Ia menambahkan, kebiasaan mengurangi dosis obat secara mandiri masih sering ditemukan dan menjadi salah satu kendala dalam pengendalian hipertensi. 

Baca juga: Satu dari 4 Orang Dewasa di Indonesia Obesitas, Diabetes Pun Mengancam, Saatnya Kendalikan 

Oleh karena itu, pasien diminta minum obat sesuai jadwal dan melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan secara rutin.

Diabetes dan Masalah Gigi 

CKG 2025 juga mencatat sekitar 100 ribu orang dewasa memiliki kadar gula darah di atas normal, yang masuk kategori diabetes maupun prediabetes. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini