News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Diet OMAD, Aman atau Tidak untuk Pemula?

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DIET OMAD - Pengunjung di Livin’Alun Alun Nusantara, area food court di Lippo Mall Nusantara, Jakarta, Sabtu (22/3/2025). Tren diet ekstrem semakin diminati sebagai cara cepat menurunkan berat badan, salah satunya diet One Meal a Day (OMAD). Ahli Gizi IPB University, Sri Anna Marliyati, mengingatkan agar masyarakat, terutama pemula, berhati-hati dalam menjalani diet OMAD.

"Karena seluruh kebutuhan energi dan zat gizi harian dikonsumsi hanya dalam satu kali makan, maka menu harus padat gizi, seimbang, dan mudah dicerna," katanya.

Menu yang Disarankan

Dalam satu porsi OMAD, Anna menyarankan konsumsi protein berkualitas tinggi untuk mencegah penurunan massa otot, seperti ikan, telur, dada ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe.

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, oat, atau jagung diperlukan sebagai sumber energi berkelanjutan.

Sementara itu, lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan berlemak berperan dalam menjaga rasa kenyang dan keseimbangan hormon.

Sayuran tinggi serat sebaiknya dikonsumsi minimal setengah piring, dilengkapi buah secukupnya agar asupan gula tidak berlebihan.

Baca juga: Apakah Makan Malam Setelah Jam 7 Aman untuk Diet? Ini Penjelasan Dokter

Kecukupan cairan dan elektrolit juga perlu diperhatikan melalui konsumsi air putih, sup bening, atau kaldu.

"Yang perlu dibatasi adalah gorengan berlebihan, minuman manis, ultra processed food (UPF), serta makanan yang terlalu pedas atau asam karena berisiko memicu gangguan lambung," tambahnya.

Anna juga memaparkan sejumlah risiko diet OMAD jika dilakukan terlalu dini atau tidak tepat, seperti hipoglikemia, gangguan pencernaan, penurunan massa otot, defisiensi mikronutrien, hingga risiko binge eating saat waktu makan tiba.

 

Sebagai alternatif yang lebih aman untuk manajeme

n berat badan dan kesehatan metabolik, ia merekomendasikan puasa 12–14 jam, pola makan tiga kali sehari dengan satu hingga dua camilan sehat, atau intermittent fasting 16:8 yang dinilai lebih moderat dibandingkan OMAD.

"Intinya, diet harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan individu, bukan sekadar mengikuti tren," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini