Ringkasan Berita:
- Tetralogi Fallot adalah kelainan jantung bawaan kompleks yang terdiri dari empat gangguan struktur jantung.
- Akibatnya, anak bisa mengalami sianosis, tumbuh kembang tertunda, dan mudah lelah.
- Deteksi dini dan operasi koreksi total penting untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan jantung anak.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tetralogi Fallot merupakan salah satu kelainan jantung bawaan kompleks yang muncul sejak bayi lahir.
Baca juga: 50 Persen Bayi yang Lahir dengan Down Syndrome Punya Kelainan Jantung Bawaan
Penyakit ini dinamai “tetralogi” karena terdiri dari empat kelainan struktur jantung yang terjadi bersamaan, yaitu:
Ventricular Septal Defect (VSD) – lubang di antara bilik jantung kiri dan kanan, sehingga darah yang kaya oksigen bercampur dengan darah miskin oksigen; Pulmonary stenosis – penyempitan jalur aliran darah ke paru-paru, sehingga darah sulit mendapat oksigen maksimal.
Kemudian Overriding aorta yakni posisi aorta bergeser sehingga sebagian darah dari bilik kanan ikut masuk ke aorta dan right ventricular hypertrophy – penebalan dinding bilik kanan karena jantung harus bekerja lebih keras memompa darah melewati penyempitan.
Akibat keempat kelainan ini, tubuh anak bisa mengalami sianosis, yaitu perubahan warna kebiruan pada bibir, jari tangan, atau kaki, terutama saat bayi atau anak aktif bergerak atau menangis.
Gejala lain yang sering muncul antara lain berat badan sulit naik, tumbuh kembang tertunda, mudah lelah, dan sesak saat bermain atau makan.
Kasus nyata terlihat pada seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan yang baru-baru ini menjalani operasi koreksi total Tetralogi Fallot.
Pascaoperasi, kondisi pasien dilaporkan stabil dan menunjukkan perbaikan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Brawijaya Hospital, dr. Budi Rahmat, SpBTKV, Subsp.JPK(K), menjelaskan bahwa pasien datang sebagai rujukan dari dokter spesialis anak di Bekasi.
Saat diperiksa, anak mengalami keterlambatan tumbuh kembang dan sianosis, terutama saat melakukan aktivitas ringan.
“Gejala yang sering muncul pada Tetralogi Fallot antara lain berat badan sulit naik, perkembangan motorik tertunda, serta perubahan warna kebiruan pada bibir dan ujung tangan saat anak beraktivitas,” ujar dr. Budi di Jakarta belum lama ini.
Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti elektrokardiografi (EKG), rontgen dada, dan ekokardiografi.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lubang pada sekat bilik jantung (VSD) dan penyempitan aliran darah ke paru-paru, yang merupakan bagian dari keempat kelainan Tetralogi Fallot.
Meski kondisi pasien tidak memburuk secara cepat, keterlambatan tumbuh kembang menjadi alasan kuat untuk segera melakukan tindakan.
“Pada usia ini, anak umumnya sudah mulai berjalan. Pada pasien ini, aktivitas ringan saja sudah menyebabkan sianosis,” jelas dr. Budi.
Setelah evaluasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan laboratorium dan kateterisasi jantung, tim medis memutuskan melakukan operasi koreksi total dalam satu tahap.
Prosedur meliputi penutupan lubang VSD dan pelebaran jalur aliran darah ke paru-paru dengan mengangkat jaringan otot yang menghambat.
Operasi berlangsung sekitar empat jam. Selama prosedur, jantung pasien dihentikan sementara selama 54 menit, dengan sirkulasi darah dibantu oleh mesin jantung-paru.
Ukuran jantung balita yang kecil menjadi tantangan tersendiri sehingga tindakan harus dilakukan dengan presisi tinggi.
Penanganan Tetralogi Fallot pada anak usia dini memerlukan pemantauan ketat, karena anak belum mampu menyampaikan keluhan.
Empat jam setelah operasi, pasien berhasil dilepas dari alat bantu napas dalam kondisi stabil.
Lama perawatan pascaoperasi biasanya enam hingga tujuh hari, tergantung kondisi klinis pasien.
Deteksi Dini
Dr. Budi menekankan pentingnya deteksi dini kelainan jantung bawaan.
Orang tua perlu mewaspadai tanda-tanda seperti berat badan sulit naik, keterlambatan perkembangan, infeksi saluran napas berulang, serta munculnya warna kebiruan pada bibir dan tangan saat anak beraktivitas.
Pemeriksaan jantung dapat dilakukan sejak masa kehamilan melalui fetal echocardiography atau pemeriksaan penunjang lain pada trimester akhir.
“Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Baca tanpa iklan