MGD merupakan kondisi ketika fungsi kelenjar meibom terganggu sehingga lapisan lipid pada air mata tidak terbentuk secara optimal. Akibatnya, penguapan air mata terjadi lebih cepat dan menimbulkan berbagai keluhan mata kering.
Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K) menilai kehadiran terapi tetes mata yang mendukung penanganan MGD sebagai perkembangan penting dalam praktik klinis di Indonesia.
“Hari ini kita melihat adanya kemudahan baru dalam penanganan MGD melalui obat tetes mata. Ini merupakan kesempatan yang baik bagi tenaga medis untuk memberikan terapi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan pasien,” ujarnya.
Pada kasus ini, diperlukan tetes mata yang dapat digunakan untuk seluruh spektrum mata kering, mulai dari evaporative dry eye akibat gangguan lapisan lipid, aqueous deficient dry eye akibat kurangnya lapisan berair, hingga mixed dry eye.
Produk ini bekerja dengan mendukung seluruh lapisan air mata, termasuk lapisan lipid, sehingga membantu menjaga stabilitas tear film dan meredakan berbagai gejala mata kering secara menyeluruh.
Baca tanpa iklan