Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak orang tua fokus pada asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak, tetapi sering melupakan satu hal sederhana, yaitu kebebasan bergerak.
Padahal, fase awal kehidupan menjadi periode krusial ketika setiap gerakan kecil bayi membantu membentuk kekuatan otot, koordinasi tubuh, hingga perkembangan otak.
Anak yang nyaman cenderung lebih aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia menegaskan pentingnya membangun kebiasaan gerak aktif sejak tahun pertama kehidupan.
Bayi dianjurkan aktif beberapa kali sehari, termasuk minimal 30 menit tummy time saat terjaga.
Baca juga: Pandangan Nikita Willy soal Peran Ayah, Hadir Fisik Saja Tak Cukup untuk Tumbuh Kembang Anak
Memasuki usia 1–2 tahun, anak membutuhkan sedikitnya 180 menit aktivitas fisik setiap hari.
Sementara pada usia 3–4 tahun, durasi tersebut tetap diperlukan dengan minimal 60 menit aktivitas intensitas sedang hingga tinggi.
Gerak Aktif Jadi Fondasi Perkembangan Anak
Dokter spesialis anak subspesialis neurologi anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA(K), menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan masa emas perkembangan anak.
“Pada 1.000 hari pertama kehidupan, setiap gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar Si Kecil mengenal tubuh dan lingkungannya,” kata dr. Herbowo dalam konferensi pers opening Genki Moko Moko Ichimatsu, Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, aktivitas sederhana itu membantu memperkuat otot, melatih koordinasi, serta mendukung perkembangan otak.
Orang tua perlu aktif menciptakan kesempatan bagi anak untuk bergerak setiap hari.
Lingkungan yang mendukung membuat anak lebih percaya diri untuk mencoba berbagai gerakan baru.
Rasa nyaman dalam aktivitas sehari-hari ikut menentukan semangat anak untuk terus bereksplorasi.
Baca tanpa iklan