News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ramadan 2026

Beda Tanda Lelah Normal dan Berbahaya Saat Olahraga dalam Kondisi Puasa

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OLAHRAGA SAAT PUASA - Bulan puasa bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andhika Raspati mengatakan, olahraga saat bulan Ramadan membutuhkan penyesuaian agar hasilnya tetap maksimal. Ia menjelaskan, pilihan waktu dan jenis olahraga yang tepat saat puasa.

Olahraga dengan intensitas sedang membantu tubuh tetap aktif tanpa membebani sistem kardiovaskular secara berlebihan. Durasi di bawah satu jam juga mengurangi risiko kehilangan cairan yang terlalu banyak.

Selain itu, menghindari paparan sinar matahari langsung penting untuk menekan risiko dehidrasi.

Jangan Terjebak Mitos Turun Berat Badan

Banyak orang sengaja berolahraga saat perut kosong karena percaya bisa mempercepat penurunan berat badan.

Dr. Risky menjelaskan bahwa latihan dalam kondisi berpuasa memang meningkatkan penggunaan lemak saat sesi olahraga. 

Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada keseimbangan kalori harian.

Jika setelah olahraga justru makan berlebihan saat berbuka, manfaatnya tidak akan optimal.

Puasa sebagai Momen Reset

Menariknya, puasa justru bisa menjadi kesempatan membangun kebiasaan sehat jangka panjang.

“Ya, puasa dapat menjadi waktu yang ideal untuk membangun kebiasaan hidup sehat karena ada waktu makan yang jelas, kontrol diri sedang dilatih, kebiasaan snacking berkurang, dan tubuh belajar meregulasi energi,"paparnya. 

"Jika momen ini dimanfaatkan dengan menerapkan pola makan seimbang dan olahraga teratur, Ramadan dapat menjadi momen ‘reset metabolik’ dan awal kebiasaan sehat jangka panjang,"sambungnya. 

Dengan kata lain, kunci olahraga saat puasa bukan pada seberapa keras latihan dilakukan, melainkan seberapa bijak seseorang membaca kondisi tubuhnya.

Lelah itu wajar. Tapi ketika tubuh mulai memberi sinyal bahaya, berhenti bukan berarti kalah, melainkan bentuk kepedulian pada kesehatan diri sendiri.

(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini