TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presenter sekaligus desainer ternama, Iwet Ramadhan, membagikan pengalaman hidup yang mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan.
Berawal dari stroke yang dialaminya pada Januari 2023, Iwet kini berkomitmen meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit jantung dan stroke di Indonesia.
“Janji saya setelah keluar rumah sakit waktu itu adalah ingin lebih banyak mengedukasi tentang penyakit jantung dan stroke. Karena saya sendiri tidak sadar punya hipertensi,” ujar Iwet saat acara Let’s Check the Beat, Kenali Aritmia dan Sadari Pentingnya Deteksi Aritmia Sejak Dini di Siloam Hospitals TB Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Program ini bertujuan mengajak masyarakat mengenali aritmia, memahami faktor risikonya, serta melakukan deteksi dini melalui pemeriksaan EKG.
Sebelum terkena stroke, Iwet merasa dirinya dalam kondisi prima.
Ia telah menuntaskan tiga ajang maraton internasional, termasuk New York City Marathon dan Berlin Marathon, serta aktif berlatih triathlon untuk persiapan Ironman.
“42 kilometer saya lari. Masa saya sakit? Itu pikiran saya waktu itu,” katanya.
Ia mengaku tidak memiliki kebiasaan buruk seperti pola makan sembarangan atau emosi berlebihan.
Namun, ada satu hal yang luput dari perhatiannya: kualitas tidur dan tingkat stres yang tinggi, terutama selama masa pandemi COVID-19.
Kurang tidur, tekanan kerja, serta stres berkepanjangan menjadi kombinasi berbahaya.
Iwet mengalami sakit kepala selama hampir empat minggu sebelum akhirnya didiagnosis mengalami stroke akibat perdarahan pada lapisan otak.
Operasi Besar dan Titik Balik Kehidupan
Kondisinya saat itu mengharuskannya menjalani tindakan operasi segera.
Ia bahkan memutuskan untuk mencukur habis rambutnya sebagai simbol titik balik dalam hidupnya.
Baca tanpa iklan