News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Tantangan MBG di Daerah 3T, Pakar Kesehatan Ingatkan Distribusi hingga Risiko Gizi Tak Seimbang 

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

Ringkasan Berita:

  • Program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki sejumlah tantangan serius dalam implementasinya.
  • Pakar kesehatan ingatkan sederet risiko yang dihadapi, mulai distribusi hingga kecukupan gizi. 

 

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai memiliki sejumlah tantangan serius dalam implementasinya.

Dokter, peneliti Global Health Security, dan pakar epidemiologi Dicky Budiman mengingatkan bahwa tanpa perencanaan matang, program ini justru berisiko tidak berkelanjutan dan tidak tepat sasaran.

Baca juga: Pemerintah Pangkas Jadwal MBG Jadi 5 Hari Seminggu, Ini Daerah yang Dikecualikan

Menurutnya, kondisi wilayah 3T memiliki tantangan struktural yang tidak bisa diabaikan.

“Di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di distribusi pangannya sulit. Ketergantungan logistiknya juga tinggi,” ujarnya pada Tribunnews, Selasa (31/4/2026). 


Risiko Program Tidak Berkelanjutan

MANFAAT MBG - Para siswa tengah menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Cilacap. (IST) (HO/IST)

Dicky menilai program makan bergizi di daerah 3T berpotensi gagal jika tidak berbasis pada sumber pangan lokal.

“Sehingga kalau ada program makan bergizi seperti ini, ada risiko programnya tidak berkelanjutan karena tidak berbasis pangan lokal,” jelasnya.

Ia bahkan mengingatkan potensi pemborosan jika sistem tidak diperbaiki.

“Jadi akhirnya ya seperti buang uang nantinya ya. Berrisiko seperti itu,” tegasnya.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM, Banggar Usul Pakai BA BUN dari MBG dan SAL Senilai Rp 237 T untuk Subsidi Energi


Potensi Ketergantungan Masyarakat

Selain itu, ada risiko ketergantungan masyarakat terhadap bantuan pemerintah.

“Jadi bisa menimbulkan ketergantungan programnya pada wilayah 3T itu,” kata Dicky.

Jika tidak dibarengi dengan pembangunan sistem yang kuat, masyarakat bisa kehilangan kemandirian.

“Dan bahkan nanti cenderung tidak membangun kemandirian keluarga kalau tidak dibangun sistem,” lanjutnya.


Ancaman Gizi Tidak Seimbang dan Keracunan Massal

DUGAAN KERACUNAN MBG - Penampakan menu MBG setelah dikonsumsi siswa hingga mengalami keluhan mual dan saat Petugas puskesmas memeriksa kondisi para siswa yang mengalami dugaan keracunan MBG (ist)
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini