News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Sering Dianggap Sepele, Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Merusak Mata Diam-Diam

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KELUHAN MATA KERING - Mata kering (dry eye disease) menjadi salah satu gangguan kesehatan mata yang paling banyak dikeluhkan saat ini. Gejala yang dirasakan mulai dari rasa kering, perih, hingga penglihatan kabur yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup sehari-hari.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Banyak kebiasaan sehari-hari yang dianggap sepele ternyata bisa berdampak pada kesehatan mata dalam jangka panjang.

Sayangnya, hal ini sering tidak disadari hingga kondisi sudah memburuk.

Dokter Spesialis Mata Subspesialis Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah, dr. Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R, mengungkapkan sejumlah faktor risiko yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Paparan Sinar Matahari dan Kurangnya Perlindungan

Salah satu faktor yang sering diabaikan adalah paparan sinar ultraviolet.

Menurut dr. Amir, masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan perlu melindungi mata.

“Kalau sering di outdoor jangan lupa pakai kacamata anti UV,” jelasnya pada media briefing yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026). 

Paparan sinar matahari berlebihan dapat mempercepat kerusakan pada lensa mata. Selain itu, penggunaan obat tanpa pengawasan juga menjadi faktor risiko.

Baca juga: Dukung Kesehatan Mata di Indonesia, Perusahaan Jamu Ini Terima Penghargaan dari Perdami

“Hati-hati kalau minum jamu,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar tidak menggunakan obat sembarangan, terutama yang mengandung steroid.

“Jangan pakai obat sembarangan terutama obat steroid,” tegasnya.

Trauma Mata yang Sering Diremehkan

Cedera atau benturan pada mata juga bisa memicu gangguan serius. Namun, banyak orang mengabaikan kondisi ini jika tidak langsung terasa parah.

“Lindari trauma mata,” kata dr. Amir.

Terkait faktor keturunan, dr. Amir menjelaskan bahwa katarak tidak sepenuhnya ditentukan oleh genetik.

“Genetik itu enggak pernah dibilang genetik satu-satunya,” jelasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini