News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pakar Ungkap Manfaat Kesehatan Tersembunyi di Balik Penerapan WFH

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Anita K Wardhani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto ilustrasi WFH

Dalam konteks global, WFH kini menjadi bagian dari pola kerja modern.

Banyak negara menerapkan sistem kerja fleksibel atau hybrid, bukan WFH penuh.

Dicky menjelaskan bahwa tren ini sudah berkembang sejak sebelum pandemi dan semakin menguat setelahnya.

Negara seperti Belanda, Inggris, dan Australia bahkan telah memiliki regulasi terkait fleksibilitas kerja.

Sementara di negara lain seperti Amerika Serikat dan Jepang, penerapan WFH lebih banyak dilakukan dalam bentuk hybrid, misalnya 2–3 hari kerja dari rumah.

“Dari tren kebijakan global ini sebetulnya tidak ada negara yang mempertahankan WFA penuh secara universal itu. Nggak ada ya atau belum ada ya. Yang saat ini dirujuk, diacu kecenderungannya dan dianggap model terbaik adalah hybrid adaptive model,” jelasnya.

Perlu Desain Kebijakan yang Tepat

Meski memiliki banyak manfaat, WFH tidak bisa diterapkan secara sembarangan.

Kebijakan ini perlu dirancang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi pekerja dan jenis pekerjaan.

Tanpa desain yang tepat, manfaat yang diharapkan justru bisa tidak optimal.

Karena itu, WFH sebaiknya dipandang sebagai bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang berbasis konteks.

Dengan pendekatan yang tepat, WFH dapat menjadi solusi yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara lebih luas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini